JogjaJateng .com

Sejarah halal bihalal: tradisi silaturahmi Indonesia sejak 1920-an

March 19, 2026 • Jogja jateng
Sejarah halal bihalal: tradisi silaturahmi Indonesia sejak 1920-an

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang …

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idulfitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antarmanusia.Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf. Ia menjelaskan tradisi ini berkembang … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us