JogjaJateng .com

Peneliti: Keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak membuat santri jadi radikal

May 6, 2026 • Jogja jateng
Peneliti: Keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak membuat santri jadi radikal

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com …

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Ahmad Muthohar menyampaikan bahwa keyakinan terhadap Imam Mahdi tidak berujung pada gerakan politik radikal, melainkan justru memperkuat moderasi beragama."Selama ininarasi Islam transnasional seringkali mengeksploitasi doktrin Imam Mahdi untuk memobilisasi massa guna merestorasi sistem khilafah," katanya, di Semarang, Rabu.Dalam penelitiannya yang menjadi disertasi doktoral berjudul "Relasi Paradoksal Jogjajateng.com … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us