JogjaJateng .com

Fakta-fakta dan Kronologi Lengkap Konflik PBNU, dari Rotasi Pengurus hingga Muktamar Dipercepat

December 1, 2025 • Jogja jateng
Fakta-fakta dan Kronologi Lengkap Konflik PBNU, dari Rotasi Pengurus hingga Muktamar Dipercepat

Fakta-fakta dan Kronologi Lengkap Konflik PBNU, dari Rotasi Pengurus hingga Muktamar Dipercepat

Jakarta – Perpecahan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, semakin memanas. Konflik yang bermula dari isu rotasi pengurus kini menjalar membentuk skenario kurang menyenangkan: rencana pembahasan dan perubahan AD/ART elah muncul untuk mempercepat Muktamar dan memicu pro dan kontra di kalangan elemen-elemen NU.

Peristiwa terkini berawal dari langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mengusulkan rotasi pengurus harian di jajaran PBNU. Usulan ini memicu reaksi beragam, terutama dari kalangan Syuriyah NU yang mengkritik dan menolaknya.

“PBNU tidak memiliki kewenangan untuk melakukan rotasi tanpa persetujuan Majelis Syuriyah,” ujar Ketua Majelis Syuriyah NU, KH. Miftachul Akhyar dalam pertemuan beberapa waktu lalu.

Klaim dalam bentuk petisi bertanda tangan lebih dari 100 kiai dan ulama terkemuka juga disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Menteri Dalam Negeri, menolak secara tegas rotasi tersebut.

Kontroversi semakin diperkeruhkan dengan munculnya tudingan sabotase digital yang ditujukan kepada pihak yang menolak rotasi. Tudingan ini memicu gelombang perdebatan dan saling menyalahkan di media sosial, semakin memperdalam kesenjangan Jogjajateng.com para pihak.

“Terjadi upaya yang bertujuan memecah belah ikatan persaudaraan di kalangan Nahdliyin melalui kampanye negatif dan fitnah,” ujar PBNU dalam pernyataan resmi.

Penolakan rotasi pengurus yang hingga kini terus berlanjut memicu panasnya isu perubahan AD/ART NU yang diharapkan dapat mempengaruhi sistem pemilihan dan jabatan kepengurusan di organisasi besar tersebut.

Muktamar NU, yang awalnya direncanakan tahun 2025, kini diproyeksikan akan diselenggarakan lebih cepat. Hal ini memicu spekulasi dan ragam interpretasi di kalangan anggota NU.

“Percepatan Muktamar ini bentuk respons terhadap situasi mendesak yang terjadi di pentas NU saat ini,” ujar seorang anggota PBNU yang enggan namanya dipublikasikan.

Akan tetapi, sebagian elemen NU berpendapat bahwa percepatan Muktamar justru akan memperkeruh suasana. Mereka berharap setiap perbedaan pendapat dan perbedaan pandangan di kalangan NU dapat diselesaikan secara dialog dan musyawarah, tanpa harus tergesa-gesa.

“Perennial NU harus fokus pada perbaikan dan penyusunan agenda besar umat Islam tanpa terpecah belah oleh isu-isu kecil,” ujar seorang tokoh NU dari Jawa Timur.

Situasi konflik ini menghadirkan tantangan sekaligus momentum bagi Nahdlatul Ulama. Satu sisi terdapat Gefahr kekelatuan dan keutuhan organisasi terancam, namun di sisi lain terdapat kesempatan untuk introspeksi dan melakukan pembenahan bagi NU masa depan.

Perjalanan panjang NU dengan keragaman anggota dan pemikirannya, membutuhkan kekuatan kepakemuan dan dialog. Semoga permasalahan yang muncul saat ini dapat segera terselesaikan dengan hikmah dan istiqomah, serta menjadikan NU semakin kuat dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us