Pemkot Semarang alokasi Rp700 miliar pada 2026 untuk pangan-lingkungan hidup
Pemkot Semarang Siapkan Rp700 Miliar untuk Pangan dan Lingkungan Hidup di APBD 2026
Semarang, 10 Oktober 2023 : Mengawali persiapan anggaran untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mempersiapkan kebijakan pembiayaan besar untuk dua sektor vital: ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Anggaran senilai Rp700 miliar dialokasikan untuk kedua sektor tersebut dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menerangkan bahwa fokus pada ketahanan pangan dan lingkungan hidup merupakan strategi penting dalam upaya memastikan kesejahteraan masyarakat dan membangun kota yang berkelanjutan. “Kedua sektor ini menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga kita, serta menjadi tantangan besar bagi kota besar seperti Semarang di masa depan,” ujarnya.
Alokasi anggaran ini disusun di tengah pemangkasan berbagai dana di berbagai sektor. Walikota Agustina menjelaskan bahwa kebutuhan ketahanan pangan dan lingkungan hidup tetap jadi fokus utama, meskipun kebijakan ini diambil dalam konteks pembatasan anggaran. “Pemangkasan dana memang harus dilakukan secara bijak, dan kita prioritaskan untuk hal-hal yang sangat krusial bagi warga Negara,” jelasnya.
Pembiayaan Rp700 miliar tersebut akan dikhususkan untuk berbagai program dan kegiatan yang mendukung kedua sektor ini, termasuk pengembangan area pertanian di dalam kota, revitalisasi dan konservasi kawasan hijau, serta penguatan infrastruktur penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah.
Beberapa program yang akan direalisasikan Jogjajateng.com lain program pengembangan urban farming, peningkatan akses terhadap pangan organik, pengelolaan sampah berbasis sumber, dan penanaman pohon untuk meningkatkan kawasan hijau di kota.
“Tidak hanya sebatas penganggaran, tetapi juga kita bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, akademisi hingga lembaga swasta, untuk memastikan keberhasilan program-program ini,” added, “Kami yakin bahwa dengan upaya kolektif, kita bisa membangun Semarang yang lebih sehat, berkelanjutan, dan tentu saja, lebih sejahtera bagi masyarakatnya.”
Alokasi anggaran yang besar ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Semarang dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan pangan dan lingkungan hidup adalah dua pilar penting yang menjadi dasar bagi pembangunan kota yang inklusif dan ramah lingkungan.
Pembahasan di tingkat DPRD terkait RAPBD 2026 masih terus berlangsung. Dengan alokasi besar untuk sektor pangan dan lingkungan hidup, diharapkan program-program yang akan dijalankan dapat memberikan dampak positif bagi warga Semarang.