Menko Yusril: Indonesia masih harus berbenah sebelum menjadi anggota OECD
Menko Yusril: Indonesia Masih Harus Berbenah Sebelum Menjadi Anggota OECD
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kemenkumham) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan beberapa perbaikan sebelum dapat menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat menjadi pembicara pada acara “Panel Discussion: Indonesia’s Journey to Join the OECD” yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga riset independen.
Menurut Yusril, proses bergabung dengan OECD bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, termasuk aspek ekonomi, governance, dan demokrasi. “OECD memiliki standar yang sangat tinggi dan Indonesia masih memiliki beberapa tantangan untuk memenuhi seluruh kriteria tersebut,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa Indonesia perlu memperkuat berbagai sektor sebelum dapat menjadi anggota penuh OECD. Salah satunya adalah sektor ekonomi, dimana Indonesia perlu meningkatkan daya saingnya di pasar global. Yusril juga menilai perlu ada peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan untuk menunjukkan komitmen Indonesia pada praktik demokrasi yang baik.
“Kita perlu menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif, mengurangi birokrasi yang berlebihan, dan memperkuat penegakan hukum,” ujar Yusril. Selain itu, ia menambahkan, Indonesia juga perlu memastikan bahwa semua warga negaranya turut merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
Meskipun tantangannya besar, Yusril optimis bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi anggota penuh OECD di masa depan. Ia menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya keras untuk memenuhi segala persyaratan dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu reformasi struktural, peningkatan SDM, dan pengembangan hubungan internasional yang kuat.
“Kita perlu terus melakukan reformasi untuk meningkatkan kualitas institusi dan memperkuat demokrasi di Indonesia,” imbuhnya.
Pemerintah, lanjut Yusril, juga berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Yusril juga menekankan pentingnya membangun hubungan baik dengan negara-negara OECD untuk memperkuat kerja sama dan mendapatkan dukungan dalam proses integrasi.
“Keanggotaan OECD akan membuka berbagai peluang bagi Indonesia, baik dalam hal investasi, teknologi, maupun kerjasama dalam berbagai bidang,” pungkas Yusril.
Dalam kesimpulannya, Menko Yusril menegaskan bahwa perjalanan Indonesia menuju keanggotaan penuh OECD akan membutuhkan komitmen jangka panjang dan kerja keras dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.