JogjaJateng .com

Pemprov Jateng menargetkan kemiskinan turun menjadi 8,7 persen pada akhir 2026

September 23, 2026 • Jogja jateng
Pemprov Jateng menargetkan kemiskinan turun menjadi 8,7 persen pada akhir 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) …

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026."Target kamiada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoendi Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us