South Sudan: UN Mission condemns killing of a staff member in Wau, calls for a swift investigation
South Sudan: Misi PBB Kecam Pembunuhan Staf di Wau, Minta Penyelidikan Cepat
Wau, South Sudan – Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan (UNMISS) mengecam keras pembunuhan seorang staf misi di Wau, negara bagian Bahr el Ghazal Barat, dan mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
Insiden ini terjadi pada Rabu, 19 Desember 2025, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja UNMISS di daerah tersebut. Jenazah korban telah diidentifikasi dan dibawa kembali ke kediaman keluarga untuk proses pemakaman.
“Kami sangat terpukul dan prihatin atas tragedi ini,” ujar juru bicara UNMISS, dalam pernyataan resmi. “Setiap individu, termasuk staf misi PBB, berhak atas keselamatan dan keamanan, dan pembunuhan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.”
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa UNMISS berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Sudan Selatan dalam penyelidikan kasus ini dan memastikan pelaku segera dihukum.
“Kami menyerukan kepada otoritas setempat untuk menjalankan penyelidikan komprehensif dan transparan untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan ini,” tegasnya.
Pihak UNMISS juga mengecam segala bentuk kekerasan terhadap staf kemanusiaan. Mereka menyebutkan bahwa staf-staf misi PBB berkontribusi secara berharga untuk membantu masyarakat Sudan Selatan membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Kekerasan ini tidak hanya merugikan korban dan keluarganya, tetapi juga menghambat upaya pembangunan di negara tersebut.
“Kematian staf UNMISS ini adalah suatu kehilangan besar bagi misi kami dan bagi masyarakat Sudan Selatan,” ujar juru bicara tersebut. “Kami akan terus bekerja untuk membantu rakyat Sudan Selatan terlepas dari ancaman keamanan.”
Masa depan Sudan Selatan tetap penuh tantangan. Negara ini yang baru lahir ini masih bergulat dengan berbagai masalah, termasuk konflik bersenjata, kemiskinan, dan krisis pangan. Pembunuhan staf UNMISS di Wau menjadi bukti lain akan kompleksitas situasi di negara tersebut dan mempertegas perlunya upaya diplomatik dan upaya bersama untuk mencapai perdamaian dan keamanan.