Menteri Fadli Zon sebut tempe sebagai bagian dari tradisi
Tempenya Sebagai Warisan Budaya, Menteri Fadli Zon Dorong Pelestarian Tempe
Jakarta – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa tempe bukanlah sekadar makanan biasa, tetapi juga bagian integral dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang perlu terus dilestarikan.
“Tempe, sebagai kuliner, sebagai pangan yang disukai oleh mayoritas rakyat Indonesia, memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang mendalam,” ujar Fadli Zon dalam acara peluncuran program “Tempe untuk Indonesia” di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Lebih lanjut, Fadli Zon menjelaskan bahwa tempe telah menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dan berkembang menjadi ikon kuliner nasional yang diakui dunia.
“Dari sejak masa Kerajaan Hindu-Budha, tempe sudah ada di Indonesia. Buktinya, ada cerita mengenai fermentasi makanan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang sudah ada pada masa itu. Ini adalah warisan leluhur yang patut kita banggakan,” paparnya.
Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya menjaga tradisi pembuatan tempe yang telah terjaga selama berabad-abad. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus mengikuti proses pembuatan tempe sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya nenek moyang.
Selain sebagai warisan budaya, Fadli Zon juga menyinggung nilai ekonomi dari tempe. Ia menilai tempe merupakan pangan bergizi dan murah yang dapat menjadi solusi mengatasi masalah pangan di Indonesia.
“Pelestarian tempe juga berarti menjaga kemandirian pangan kita. Tempe adalah makanan yang kaya nutrisi dan mudah diolah, serta mudah diakses oleh masyarakat luas,” ungkap Fadli Zon.
Program “Tempe untuk Indonesia” yang dicanangkan diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para pembuat tempe di seluruh Indonesia. Program ini meliputi pelatihan, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan pasar pasar tempe.
Menteri Fadli Zon yakin bahwa program ini dapat membantu mempertahankan tradisi dan budaya tempe, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kemandirian pangan Indonesia.
Ia mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan tempe, sebagai wujud nyata cinta terhadap budaya Indonesia.
“Tempe bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang identitas, sejarah, dan budaya kita sebagai bangsa. Mari kita jaga dan lestarikan bersama,” tutup Fadli Zon.