JogjaJateng .com

Harga cabai rawit merah tembus Rp72.750/kg, telur Rp33.000

December 21, 2025 • Jogja jateng
Harga cabai rawit merah tembus Rp72.750/kg, telur Rp33.000

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp72.750/kg, Telur Ayam Ras Rp33.000/Kg

Jakarta – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit merah yang mencapai Rp72.750 per kilogram (kg) dan telur ayam ras mencapai Rp33.000 per kg. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran terkait inflasi yang berkontribusi pada naiknya beban pengeluaran rumah tangga.

Berdasarkan data terbaru PIHPS, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi didorong oleh beberapa faktor, di Jogjajateng.comnya musim hujan yang menjadi faktor utama. Alam Indonesia yang mayoritas berurutan musim kemarau, mengakibatkan musim hujan menjadi faktor penentu ketersediaan cabai rawit merah di pasaran. Keterbatasan stok akibat musim hujan menyebabkan harga cabai rawit merah anjlok parah.

“Musim hujan memang mempengaruhi panen cabai rawit merah. Hujan yang berlangsung lama bisa menyebabkan penurunan kualitas produk dan perkiraan pasokan,” ujar ahli pertanian dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Dian Permatasari.

Ia menambahkan, faktor lain yang mendorong kenaikan harga cabai rawit merah adalah kenaikan harga pupuk dan pestisida. Peningkatan biaya produksi ini turut mempengaruhi harga jual cabai rawit merah di pasaran.

Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras terjadi seiring dengan tingginya harga pakan unggas. Berbagai faktor dipercaya menjadi penyebab peningkatan harga pakan, Jogjajateng.com lain cuaca ekstrem, biaya transportasi, dan fluctuations harga kedelai di pasar global.

Dr. Dian menjelaskan, “Kenaikan harga pakan menjadi beban berat bagi peternak ayam ras. Mereka terpaksa menaikkan harga jual telur untuk menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan yang layak.”

Kenaikan harga kedua komoditas penting ini berpotensi memberikan tekanan pada inflasi di Indonesia. Hal ini dikhawatirkan akan merugikan masyarakat, terutama mereka yang memiliki daya beli terbatas. Beratnya beban pengeluaran rumah tangga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Pemerintah tengah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah memastikan pasokan pangan yang memadai melalui program ketahanan pangan dan optimalisasi distribusi pangan. Selain itu, pemerintah juga memantau ketat situasi pasar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan harga pangan.

Harga pangan yang fluktuatif menjadi isu krusial bagi masyarakat Indonesia. Keberadaan PIHPS menjadi penting untuk pengawasan dan transparansi harga pangan, serta menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tingkat kepedulian dan kerjasama dari semua pihak, mulai dari produsen hingga konsumen, dibutuhkan untuk mengatasi tantangan ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us