Pemkab Kudus pastikan stok beras masyarakat cukup bahkan surplus
Pemkab Kudus Pastikan Stok Beras Masyarakat Cukup dan Surplus hingga Desember 2025
Kudus, 12 Oktober 2023 – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tampil cukup aman dan bahkan surplus hingga akhir bulan Desember 2025. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan , saat menerima kunjungan strategis di Pendopo Kudus, Kamis (12/10/2023).
“Dari ketersediaan beras yang mencapai 100.281 ton, hingga akhir bulan diprediksi surplus sebesar 12.607 ton karena kebutuhan beras masyarakat berkisar 87.674 ton,” ujar Bupati Sam’ani.
Ia menjelaskan, surplus ini diperoleh dari kombinasi berbagai upaya pemerintah daerah, tamu termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Menurut Bupati Sam’ani, pemerintah terus melakukan pendampingan kepada para petani untuk meningkatkan produksi padi. Selain itu, berbagai program insentif dan subsidi juga disalurkan kepada petani guna mendukung kegiatan produksi padi dan pengolahan beras.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. Ia mencatat Kabupaten Kudus sebagai salah satu daerah yang mampu menjaga stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi yang stabil dan surplus.
“Peran Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menjaga ketersediaan beras patut diapresiasi. Ini menunjukkan sikap proaktif dan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memberi perlindungan bagi masyarakat dari fluktuasi harga dan ketersediaan pangan,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia juga mendorong Pemkab Kudus untuk terus melakukan pendampingan kepada petani. Menurut Zulkifli, pengembangan sektor pertanian, terutama padi, merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kita harus mengembangkan teknologi dan praktik pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk padi.
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan ke Kudus tidak hanya membahas tentang stok beras.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mencari solusi bersama atas tantangan yang dihadapi petani, khususnya dalam hal akses terhadap pupuk dan bibit unggul.
“Pemerintah daerah dan pusat dituntut bersinergi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi petani. Insentif dan subsidi harus tepat sasaran dan transparan. Pemerintah juga harus membangun infrastruktur pendukung pertanian yang memadai,” tegas Zulkifli Hasan.
Kesimpulan:
Ketersediaan beras di Kabupaten Kudus tercatat cukup aman dan bahkan surplus hingga akhir Desember 2025. Hal ini diperoleh dari berbagai upaya pemerintah daerah, baik dalam meningkatkan produksi padi, sampai pada pemberian insentif dan dukungan kepada para petani. Pemerintah pusat pun mendorong Pemkab Kudus untuk terus menjaga program-program yang mendukung ketahanan pangan dan menyerukan sinergi dari pemerintah pusat dan daerah untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian.