JogjaJateng .com

Terpopuler: Bojan Hodak Jengkel, Asnawi Nilai Timnas Indonesia Jauh dari Level Piala Dunia

December 21, 2025 • Jogja jateng
Terpopuler: Bojan Hodak Jengkel, Asnawi Nilai Timnas Indonesia Jauh dari Level Piala Dunia

Terpopuler: Bojan Hodak Jengkel, Asnawi Nilai Timnas Indonesia Jauh dari Level Piala Dunia

Bandung/Jakarta – Dua berita olahraga Indonesia mendominasi perhatian publik hari ini. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, kembali mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan segelintir oknum Bobotoh yang berujung sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), menyusul insiden di laga Indonesia vs Bangladesh beberapa waktu lalu. Sementara itu, bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, memberikan komentar yang cukup eksplisit mengenai kondisi timnas saat ini, yang menurutnya masih jauh dari level untuk menjuarai Piala Dunia.

Jadwal keras kompetisi Liga 1 dan persiapan timnas yang berbenturan membuat Bojan Hodak mengeluh tidak mudah bagi Persib untuk fokus memaksimalkan performa tim. Kekecewanya semakin besar karena Sanksi dari AFC akibat tindakan oknum Bobotoh yang menerobos lapangan dan merusak fasilitas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada pertandingan melawan PSS Sleman, 2 November lalu.

“Saya tahu ini bukan masalah saya, tapi masalah Timnas Indonesia dan semua orang. Saya hanya fokus pada pekerjaan saya dan Persib Bandung,” ujar Hodak dalam keterangannya.

“Semoga masalah ini bisa cepat selesai dan lebih tidak berkelanjutan di masa depan,” lanjut peraih gelar Konfrontasi Harga Bahan Bakar Minyak (Konfrontasi BBM) bersama Persib Bandung pada tahun 2022 ini.

Sementara itu, Asnawi Mangkualam yang baru saja kembali ke Indonesia setelah menjalani masa pemulihan dari cedera perubahan panjang, menegaskan bahwa gap kualitas timnas Indonesia dengan tim-tim unggulan di level Piala Dunia masih sangat lebar. Ia melihat berbagai aspek kelemahan yang masih harus dibenahi, mulai dari kualitas pemain, strategi, hingga mental.

“Kalau kita ingin targetkan Piala Dunia, kita harus jujur dalam menilai diri sendiri. Masih banyak hal yang harus ditingkatkan secara konsisten, baik individu maupun tim secara keseluruhan,” ungkap Asnawi dalam sesi latihan bersama Timnas Indonesia.

“Bahwa ini bukan tugas yang mudah dan membutuhkan kerja keras serta komitmen dari semua pihak. Kita harus realistis dan fokus pada langkah-langkah kecil untuk mencapai mimpi besar,” tambahnya.

Kedua berita ini menjadi gambaran miris kondisi sepak bola Indonesia. Persib Bandung, salah satu klub terkemuka, terus terganggu oleh masalah oknum supporters, sementara target meraih prestasi pada level internasional seperti Piala Dunia masih terasa sangat jauh.

Sepak bola Indonesia membutuhkan banyak perbaikan, mulai dari disiplin, integritas, hingga kualitas pemain dan manajemen. Penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dan fokus membangun sepak bola Indonesia di masa depan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us