Pemkab Demak bangun 243 unit rumah apung untuk warga terdampak rob
Pemkab Demak Bangun 243 Unit Rumah Apung untuk Warga Terdampak Rob
Demak, Jawa Tengah – Suasana ramai terlihat di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (21/12/2025). Masyarakat setempat terlihat beraktivitas menarik dua unit fondasi rumah apung menggunakan perahu motor menuju lokasi yang telah ditunjuk untuk pembangunan rumah permanen terdampak banjir rob.
Kehadiran rumah apung ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi warga desa yang sering terdampak rob. Program ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Kabupaten Demak dalam mengatasi masalah banjir rob yang kerap menerjang wilayah pesisirnya.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Demak telah merealisasikan program ini sejak tahun 2022 hingga 2025 dengan total 243 unit rumah apung yang dibangun di berbagai wilayah pesisir Kabupaten Demak.
“Program rumah apung ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Demak untuk memberikan solusi jangka panjang bagi warga pesisir yang terdampak rob,” ungkap Kepala Disperkim Kabupaten Demak, Bapak Suharto, saat dihubungi.
“Rumah apung ini dibangun dengan desain yang telah melalui kajian mendalam dari para ahli. Kami memastikan bahwa rumah ini tahan terhadap arus laut dan mampu menjadi solusi hunian yang aman dan nyaman bagi warga,” tambahnya.
Setiap unit rumah apung memiliki desain yang modern dan fungsional. Rumah ini dilengkapi dengan segala fasilitas necessities seperti kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan tempat penyimpanan. Rumah apung juga dilengkapi dengan atap yang dapat menahan panas matahari dan hujan.
Tidak hanya menyediakan hunian yang layak, program ini juga berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga pesisir. Warga yang tinggal di rumah apung akan dibekali dengan keterampilan baru dalam bidang perawatan dan pemanfaatan rumah apung.
“Pembangunan rumah apung ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. Selain mendapatkan hunian yang layak, mereka juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha terkait dengan rumah apung,” ujar Bapak Suharto.
Program ini mendapat respons positif dari warga pesisir Demak. “Kami merasa sangat bersyukur karena mendapat bantuan rumah apung dari Pemkab Demak. Rumah ini menjadi harapan bagi kami untuk hidup lebih layak dan terhindar dari banjir rob,” ungkap Ibu Sari, salah satu warga penerima bantuan rumah apung.
Warga yang ditemui di lokasi pembangunan juga mengharapkan agar program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang terdampak rob di Kabupaten Demak. “Kami berharap program rumah apung ini dapat terus dilanjutkan dan dapat kembali dimanfaatkan daerah lain yang terdampak banjir rob,” tambah Bapak Joko, seorang ketua RT di Desa Timbulsloko.
Secara keseluruhan, program pembangunan rumah apung di Kabupaten Demak menumbuhkan harapan bagi warga pesisir untuk hidup lebih baik dan terbebas dari ancaman banjir rob. Program ini menjadi teladan bagi daerah lain untuk mencari solusi inovatif dalam menghadapi dampak perubahan iklim.