Kemendikdasmen memaparkan pengolahan nilai TKA gunakan metode IRT
Kemendikdasmen Paparkan Pengolahan Nilai TKA Menggunakan Metode IRT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memaparkan metode pengolahan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digunakan melalui Item Response Theory (IRT) Model 2 Parameter Logistics.
Pada acara seminar dan pelatihan bagi assessor TKA, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikdasmen, Dr. Mohammad Amin, menjelaskan secara detail tentang penerapan metode IRT dalam pengolahan nilai TKA yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Metode IRT adalah pendekatan statistik yang lebih canggih dan akurat dalam mengukur kemampuan murid,” ujar Dr. Amin.
“Dengan IRT, kami bisa mengukur kemampuan murid secara individual dan tepat, bukan hanya berdasarkan skor total. Sistem ini juga memungkinkan kita untuk mengidentifikasi jenis pertanyaan yang mudah, sedang, dan sulit, sehingga tes TKA dapat terus dikembangkan dan diperbaiki,” tambahnya.
IRT Model 2 Parameter Logistics (2PL), yang digunakan dalam pengolahan TKA, dinilai lebih adil dan valid dibandingkan metode sebelumnya. Model ini mempertimbangkan dua parameter pada setiap soal, yaitu tingkat kesulitan dan daya pembeda. Tingkat kesulitan mengukur seberapa sulitnya soal untuk diselesaikan, sedangkan daya pembeda mengukur sejauh mana soal dapat membedakan kemampuan murid yang berbeda.
“Model 2PL memberi nilai responsif terhadap kemampuan murid yang beragam,” jelas Dr. Amin.
Salah satu keunggulan Metode IRT dalam pengolahan TKA adalah kemampuannya dalam menyediakan deskripsi kemampuan murid yang lebih rinci.
Lebih dari sekadar skor total, IRT memberikan data kemampuan murid dalam berbagai bidang seperti membaca, matematika, dan sains secara terpisah. Hal ini memungkinkan guru dan orang tua untuk menilai kinerja murid secara komprehensif dan merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.
Dalam seminar tersebut, Dr. Amin juga menjelaskan tentang proses dan tahapan penerapan IRT dalam pengolahan TKA. Dia menekankan pentingnya pelatihan bagi para guru dan assessor agar mereka dapat memahami dan menggunakan metode ini secara efektif.
Penerapan IRT dalam pengolahan nilai TKA merupakan langkah penting dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan metode yang lebih akurat dan adil, pengukuran kemampuan murid dapat dilakukan secara lebih objektif dan bermakna. Data yang diperoleh melalui IRT dapat digunakan untuk berbagai tujuan, Jogjajateng.com lain:
Menganalisis kekuatan dan kelemahan murid dalam berbagai bidang: Data ini dapat membantu guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan terarah.
Memantau perkembangan kemampuan murid secara berkala:
Sekolah dapat memantau peningkatan kemampuan murid dari semester ke semester atau tahun ke tahun.
Memperbaiki desain dan konten tes TKA: Data dari IRT dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis soal yang mudah, sedang, dan sulit. Informasi ini dapat membantu pengembang tes dalam merancang soal yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan.
Kemendikdasmen berharap penerapan IRT dalam pengolahan nilai TKA dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.