Jubir Lirboyo: Muktamar Diserahkan ke Rais Aam dan Ketum PBNU, Dilaksanakan Secepatnya
Jubir Lirboyo: Muktamar Diserahkan ke Rais Aam dan Ketum PBNU, Dilaksanakan Secepatnya
Kediri, 25 Desember 2023 – Juru Bicara Nahdlatul Ulama (NU) Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Abbas, menyatakan bahwa keputusan mengenai pelaksanaan Muktamar ke-32 NU diserahkan sepenuhnya kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
“Keputusan untuk pelaksanaan Muktamar ke-32 NU sepenuhnya diserahkan kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf,” ujar KH. Anwar Abbas setelah menghadiri acara Rapat Koordinasi Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (23/12).
Dikatakan KH. Anwar Abbas, kedua pimpinan tertinggi NU tersebut akan musyawarah dan memutuskan waktu serta mekanisme pelaksanaan Muktamar ke-32 NU.
“Kedua pimpinan tersebut yang akan menentukan kapan dan bagaimana Muktamar ke-32 NU dilaksanakan, tentu disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada,” ungkap beliau.
Masih menurut KH. Anwar Abbas, dalam rapat koordinasi tersebut, para pengurus PBNU dan Pengurus Wilayah NU (PW NU) secara masif berdiskusi tentang berbagai agenda dan program strategis NU.
“Kita berdiskusi mengenai berbagai langkah strategis yang akan diambil oleh NU dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik,” tuturnya.
Lebih lanjut, KH. Anwar Abbas menjelaskan bahwa Muktamar ke-32 NU merupakan momen penting bagi seluruh anggota NU untuk melakukan evaluasi dan menentukan arah organisasi di masa mendatang.
“Muktamar merupakan forum penting bagi kita untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan NU dan merumuskan langkah-langkah strategis kedepan,” ucapnya.
Dijelaskan KH. Anwar Abbas, bahwa Muktamar ke-32 NU akan membahas berbagai isu strategis, termasuk kondisi bangsa, negara, serta tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di era globalisasi.
“Di dalam Muktamar ke-32, nantinya akan dibahas berbagai isu strategis, termasuk dunia pendidikan, ekonomi, politik, dan isu-isu keagamaan lainnya,” ujarnya.
Kesimpulan
Keputusan mengenai pelaksanaan Muktamar ke-32 NU diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk ditentukan waktu dan mekanisme yang dianggap tepat. Muktamar ke-32 diharapkan menjadi momen penting bagi NU untuk melakukan refleksi dan merumuskan langkah strategis sebagai wujud kontribusi NU bagi kemajuan bangsa dan agama.