Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Banjir Aceh
Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Banjir Aceh
Banda Aceh – Badan Nasional Pencarian dan Pembeiroan (Basarnas) resmi menghentikan operasi pencarian korban bencana banjir di Provinsi Aceh. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa hari terakhir tanpa menemukan korban jiwa baru.
Operasi pencarian dialihkan menjadi operasi pemantauan untuk memastikan keamanan dan stabilitas wilayah yang terdampak banjir. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Basarnas Aceh, Ir Muhammad Arafa, pada Rabu (27/12). “Setelah kami lakukan pencarian, opersi pendikan sudah kami hentikan. Rencananya kami akan beralih ke operasi pemantauan,” ujar Arafa.
Banjir yang melanda Aceh pada 20 Desember 2023 lalu, mengakibatkan sejumlah kerugian materi dan menyebabkan 20 tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit meninggal dunia akibat terjebak banjir. Basarnas telah menurunkan tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Pleton II SAR Bireuen, tim dari Laksarmatim I, dan tim kesehatan untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan pertama di lokasi bencana.
Arafa menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan di lokasi-lokasi yang diyakini banyak terdampak banjir dan kemungkinan terdapat korban yang belum ditemukan. Tim SAR melakukan penyisihan di sungai dan genangan air serta menelusuri daerah terdampak banjir.
Selama operasi pencarian, tim SAR menemukan beberapa korban yang telah meninggal dunia dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat. “Kami telah berhasil menemukan 10 korban yang telah meninggal,” ujar Arafa.
Meskipun operasi pencarian telah dihentikan, Arafa menegaskan bahwa tim Basearnas akan terus memantau situasi di lapangan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan stabilitas wilayah yang terdampak banjir, serta memberikan bantuan logistik kepada warga yang membutuhkan.
“Operasi ini tidak akan berhenti sepenuhnya. Untuk itu, kami akan melakukan pemantauan terus menerus dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan pemulihan pasca banjir berjalan lancar,” tutup Arafa.
Operasi Basarnas di Aceh merupakan langkah konkret dalam merespons bencana banjir yang menerpa sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Meskipun upaya pencarian telah usai, semangat dan komitmen Basarnas untuk memulihkan wilayah terdampak banjir dan memberikan bantuan kepada masyarakat tetap membara. Pemantauan yang konsisten dan kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh bangkit dari musibah banjir.