JogjaJateng .com

Wali Kota Yogyakarta larang pesta kembang api Tahun Baru 2026

December 26, 2025 • Jogja jateng
Wali Kota Yogyakarta larang pesta kembang api Tahun Baru 2026

Wali Kota Yogyakarta Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026

Yogyakarta, 06 Oktober 2023 – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, resmi mengeluarkan larangan untuk seluruh masyarakat dan pihak penyelenggara terhadap penyelenggaraan pesta kembang api dalam rangka perayaan Tahun Baru 2026. Ia menekankan bahwa larangan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan Kota Yogyakarta.

Keputusan ini diundangkan melalui Instruksi Walikota Nomor 31 tahun 2023 yang ditujukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh agama dan masyarakat. Laporan yang diterima dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapati bahwa selama beberapa tahun terakhir, pesta kembang api kerap menimbulkan beragam permasalahan, mulai dari kerusakan benda-benda publik, kebakaran, hingga pencemaran udara.

“Kami mengambil langkah ini untuk menyelamatkan keselamatan dan kenyamanan warga. Bukan untuk merampas hak orang, tapi untuk menciptakan suasana perayaan Tahun Baru yang lebih aman, damai, dan ramah lingkungan,” ungkap Hasto saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat.

Instruksi tersebut juga mencantumkan berbagai alternatif pengganti pesta kembang api yang lebih ramah lingkungan. Hasto menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan cahaya lampu, kreativitas, dan seni budaya lokal sebagai pengsorotan perayaan Tahun Baru 2026.

“Mari kita buat perayaan Tahun Baru yang berkesan dengan cara yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Kita bisa menghiasi kota dengan lampu hias, mengadakan pertunjukan seni, atau menikmati alunan musik tradisional,” lanjut Hasto.

Para tokoh agama juga diwajibkan untuk menyampaikan pesan serupa kepada umat agama dan masyarakat, menekankan perlunya menjaga keamanan dan kebersihan selama perayaan Tahun Baru. Bagi pelanggar, Hasto menegaskan sanksi sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku akan diterapkan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menyadari bahwa larangan ini mungkin tidak langsung diterima dengan suka cita oleh semua pihak. Namun, Hasto berharap masyarakat memahami langkah preventif ini diambil demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Yogyakarta.

“Kami terbuka untuk musyawarah dan dialog dengan masyarakat terkait hal ini. Kami ingin meyakinkan bahwa larangan ini bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan untuk meminimalisir potensi risiko dan memberikan ruang bagi perayaan Tahun Baru yang lebih bermakna,” pungkas Hasto.

[End of Text]

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us