BGN sebut Program MBG saat libur sekolah prioritaskan ibu hamil hingga balita
BGN Sebut Program MBG Saat Libur Sekolah Prioritaskan Ibu Hamil Hingga Balita
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan saat libur sekolah tahun ini akan memprioritaskan pemberian makan kepada kelompok berisiko stunting, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok B3.
Keputusan ini diambil mengingat kepentingan kelompok B3 untuk mendapatkan asupan gizi berkualitas selama libur sekolah.
“Prioritas kita adalah kelompok B3, mereka adalah kelompok yang paling rentan mengalami stunting berikutnya gagal tumbuh. Stok makanan mereka terancam saat libur sekolah karena aktivitas sekolah yang mendorong jadwal makan teratur terputus,” ujar dr. Retno Widyati, Direktur Riset dan Pengembangan BGN, saat dihubungi.
Program MBG yang diadakan selama libur sekolah merupakan salah satu upaya BGN untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Program ini diharapkan dapat menjaga asupan gizi anak yang optimal sepanjang tahun, termasuk saat libur sekolah di mana akses terhadap makanan sehat dan bergizi terkadang terbatas.
“Dengan MBG, kita memastikan bahwa anak-anak khususnya kelompok B3 mendapatkan gizi yang mereka butuhkan meskipun tidak berada di sekolah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya defisiensi gizi akibat kurangnya asupan makanan bergizi,” tambah dr. Retno.
Sebagai upaya untuk menjamin efektivitas program, BGN bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga dan organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan kelompok B3.
Detail pelaksanaan MBG di setiap daerah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setempat. Beberapa daerah menawarkan menu makanan berbeda dengan kandungan gizi yang sesuai kebutuhan kelompok B3.
BGN fokus pada kriteria bergizi lengkap dan seimbang untuk mencegah stunting. Food fortification juga diterapkan pada makanan yang disajikan dalam program MBG, sehingga anak-anak mendapatkan tambahan nutrisi penting.
Selain memberikan makanan bergizi, BGN juga mengajarkan pentingnya pola makan sehat kepada orang tua dan masyarakat. Materi edukasi tentang gizi, kebersihan makanan, dan cara menanam berbagai jenis pangan juga disebarkan sebagai bagian dari program.
Dr. Retno menekankan bahwa masyarakat punya peran penting dalam program MBG. “Kesuksesan MBG akan tercapai jika semua pihak bekerja sama, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, orang tua, hingga masyarakat,” pungkasnya.
Kerjasama dan partisipasi seluruh pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak, serta mengurangi angka stunting di Indonesia. Program MBG menjadi salah satu upaya konkret dalam mencapai target tersebut.