Wali Kota Semarang: Sekolah tak memberkan beban siswa selama liburan
Wali Kota Semarang: Sekolah Tak Memberkan Beban Siswa Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan bahwa kalangan sekolah di Kota Semarang tidak akan memberikan beban akademik yang berlebihan kepada siswa selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat terkait hak siswa untuk berlibur dan rehat tanpa beban akademik selama masa Nataru.
“Pemerintah Kota Semarang sudah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. Kami pastikan sekolah tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah atau proyek yang berlebihan selama libur Natal dan tahun baru,” ujarnya saat dikonfirmasi, di Semarang, Jumat (22/12/2023).
Wali Kota Semarang menekankan bahwa liburan Nataru merupakan momen penting bagi siswa untuk bersantai, berkreasi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Beban tugas dan pekerjaan rumah selama liburan dapat mengganggu ketercapaian ini.
“Liburan Nataru bagi siswa adalah kesempatan untuk menghirup udara segar dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Aktivitas pasti untuk menunjang pengembangan pembelajaran, namun harus disusun sedemikian rupa agar tidak membebani siswa selama libur,” tambah Wali Kota Semarang.
Ia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Kota Semarang berkomitmen untuk memberikan materi yang efektif dan berkualitas selama masa pembelajaran dengan membatasi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di luar jam sekolah.
“Kami berharap dengan adanya aturan ini, para siswa dapat memanfaatkan waktu libur Natal dan Tahun Baru untuk beristirahat dan rehat sejenak, agar kembali segar dan siap menerima pembelajaran baru di semester berikutnya,” ujarnya.
Selain memastikan tidak adanya beban akademik yang berlebihan, Wali Kota Semarang juga menghimbau kepada orang tua untuk turut membantu dan mendampingi anak-anak mereka dalam memanfaatkan waktu liburan secara positif.
“Mari dorong anak-anak untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti berolahraga, membaca buku, atau membantu orang tua dalam pekerjaan rumah tangga. Tingkatkan interaksi keluarga selama waktu yang berkualitas ini,” ajaknya.
Wali Kota Semarang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademik. Pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan sosial juga menjadi bagian penting dari pendidikan di Kota Semarang.
Kesimpulan
Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk menciptakan suasana libur Natal dan Tahun Baru yang bebas beban bagi siswa. Dengan memastikan tidak adanya tambahan tugas dan pekerjaan rumah yang berlebihan, siswa dapat berlibur dengan tenang, bersenang-senang, dan memanfaatkan waktu untuk pengembangan diri di luar lingkungan sekolah. Dampak positif dari kebijakan ini diharapkan dapat membangun pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.