Pemprov Jateng: Program Dokter Speling jangkau 83.137 orang
Pemprov Jateng: Program Dokter Speling Jangkau 83.137 Orang
Semarang, Jawa Tengah – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim keberhasilan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dalam memberikan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat di pelosok wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, di Semarang, Jumat (15/12/2023) menyampaikan bahwa program Speling telah dilaksanakan lebih dari 876 kegiatan hingga Desember 2025. Kegiatan-kegiatan ini tersebar di berbagai desa dan kecamatan di seluruh Jateng, mencapai 748 desa dari 388 kecamatan.
“Program Speling sudah menjangkau total sasaran mencapai 83.137 orang,” tutur Yunita Dyah Suminar.
Program Speling sendiri diluncurkan pada Maret 2023 dengan tujuan untuk membawa layanan kesehatan spesialistik ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan primer. Dokter spesialis yang tergabung dalam program Speling berkeliling ke desa-desa, memberikan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan medis secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Yunita, program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat. “Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.”
Dikesempatan yang sama, Yunita menjelaskan bahwa program Speling menghadirkan berbagai spesialis yang dibutuhkan masyarakat. “Melalui program ini, masyarakat dapat konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis mata, spesialis gigi, dan spesialis lainnya,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan program Speling akan terus berlanjut dan akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat di tahun-tahun mendatang.
Target dan Sasaran Jangka Panjang
Yunita Dyah Suminar menyampaikan, pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan cakupan program Speling dengan menambah jumlah dokter spesialis yang terlibat dan memperluas jangkauannya ke lebih banyak desa dan kecamatan.
“Program ini tidak hanya berhenti di angka target kita saat ini, melainkan akan terus berkembang dan kami berkomitmen untuk mewujudkan akses kesehatan yang adil dan merata bagi semua masyarakat Jawa Tengah,” tutupnya.