3.511 Rumah Terendam, Bupati Balangan Tetapkan Tanggap Darurat hingga 3 Januari 2026
3.511 Rumah Terendam, Bupati Balangan Tetapkan Tanggap Darurat Hingga 3 Januari 2025
BALANGAN, Kalimantan Selatan – Banjir yang terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sejak Rabu (27/12/2023), mengakibatkan luapan sungai dan genangan air merendam ribuan rumah. Tercatat sebanyak 3.511 rumah terdampak dengan kerugian ditaksir mencapai puluhan ribu jiwa.
Bupati Balangan, H.H. [Nama Bupati] , menyatakan bahwa dampak banjir ini telah menggusur 10.949 jiwa dari 10 kecamatan yang terdampak. Untuk itu, ia resmi menerbitkan Periyuran tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir yang berlaku hingga 3 Januari 2025.
“Kita telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk mengoptimalkan penanganan darurat, pengungsian, dan pemulihan pasca banjir,” jelas Bupati saat ditemui di posko pengungsian, Sabtu (30/12/2023).
Status tanggap darurat ini menandai dimulainya langkah konkret dari Pemkab Balangan dalam mengatasi dampak banjir. [Nama Bupati] menandaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi kemanusiaan, TNI, dan Polri, dilakukan secara intensif.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ucapnya.
Sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir, seperti sekolah-sekolah dan tempat ibadah. Kondisi ini mendorong Pemkab Balangan untuk meninjau dan mencari solusi kreatif untuk melanjutkan proses pendidikan dan kegiatan keagamaan bagi warga terdampak.
Upaya penanganan banjir juga meliputi penyediaan posko dapur umum, fasilitasi pengungsian di lokasi yang lebih aman, distribusi bantuan pangan, pakaian, dan obat-obatan. Tim medis turut disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama dan pencegahan penyebaran penyakit.
[Nama Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan]] , menjelaskan bahwa banjir ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan meluapnya sungai-sungai di wilayah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang penanganan bencana banjir, seperti memasang peringatan dini, evakuasi rumah dan barang berharga pada saat terjadi luapan air.
Meskipun ada upaya penanganan darurat, situasi ini menjadi pengingat bagi warga, pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana banjir di masa mendatang.
Villagers are working together to clean up their homes and belongings after the flood.
Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi pasca banjir dengan berbagai program jangka pendek dan jangka panjang. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan untuk membantu pemulihan dan pemulihan ekonomi warga Balangan agar dapat segera bangkit dari dampak bencana ini.