Gus Yahya menyatakan seluruh persoalan PBNU telah selesai
Gus Yahya Nyatakan Seluruh Persoalan PBNU Telah Selesai
SURABAYA, Jawa Timur – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa seluruh persoalan internal PBNU telah selesai usai pertemuan jajaran pimpinan di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, (16/03/2023). Keharmonisan dan semangat konsolidasi untuk ke depan menjadi inti dari pertemuan tersebut.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai kalangan penting dalam PBNU, mulai dari Rais ‘Am, Rois Syuriah, Ketua Umum periode sebelumnya, hingga jajaran komisariat di berbagai level. Agenda utama pertemuan adalah membahas berbagai isu internal PBNU, termasuk polemik yang sempat mewarnai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia ini.
“Alhamdulillah, setelah melalui pertemuan dan musyawarah yang intensif, kami sepakat bahwa seluruh persoalan internal PBNU telah selesai. Masa-masa konflik dan perdebatan di masa lalu telah terselesaikan secara baik,” tegas Gus Yahya dalam konferensi pers usai pertemuan.
Gus Yahya menekankan bahwa pertemuan ini bukanlah sekedar menyelesaikan masalah, tetapi lebih dari itu adalah upaya membangun keharmonisan dan soliditas antar seluruh kepengurusan PBNU. Ia berharap pertemuan serupa dapat menjadi preseden bagi PBNU di masa mendatang.
“Kita harus melangkah ke depan dengan tekad yang bulat untuk menggalang persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di Indonesia,” pesan Gus Yahya dengan penuh antusias.
Pertemuan juga menyepakati untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama antar komisariat PBNU. Gus Yahya optimis bahwa dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, PBNU dapat semakin berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara serta umat Islam di Indonesia.
“NASDAQ (NusJogjajateng.com Aktivis Dengarkan Sendiri) adalah program kerja kami untuk melibatkan seluruh komponen struktural PBNU, mulai dari ummat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam pembangunan bangsa. Program ini akan menjadi platform bagi kita untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Gus Yahya.
Terkait maslah internal PBNU, Gus Yahya menjelaskan bahwa segala perbedaan pendapat yang muncul adalah hal yang wajar dalam organisasi besar seperti PBNU.
“Seluruh perbedaan dan perbedaan pendapat yang ada di PBNU adalah bagian dari proses demokrasi dan dinamika organisasi. Yang penting adalah bagaimana kita mampu menyelesaikannya dengan musyawarah, mufakat, dan rasa toleransi yang tinggi,” ujar Gus Yahya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memberi dukungan dan kepercayaan kepada PBNU. Ia yakin dengan kerja keras dan kerjasama seluruh elemen PBNU, organisasi ini dapat menjadi tempat berkumpulnya umat Islam yang cinta tanah air dan berkontribusi secara aktif dalam membangun Indonesia.
Pertemuan di Pondok Pesantren Miftachussunnah ini menandatangi babak baru bagi PBNU. Dengan selesainya berbagai persoalan internal dan semangat konsolidasi yang kuat, diharapkan PBNU dapat lebih fokus pada tujuan utamanya: membangun umat, bangsa, dan negara Indonesia.