Pulihkan Pelaku Usaha di Aceh-Sumatera, Menteri Maman Bentuk Klinik UMKM Bangkit
Pulihkan Pelaku Usaha di Aceh-Sumatera, Menteri Maman Bentuk ‘Klinik UMKM Bangkit’
Banda Aceh – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Mentanri UMKM) Maman Abdurahman membentuk ‘Klinik UMKM Bangkit’ untuk membantu pemulihan ekonomi pelaku usaha yang terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pembentukan “Klinik UMKM Bangkit” ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada pelaku UMKM yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Menteri Maman saat peresmian ‘Klinik UMKM Bangkit’ di Banda Aceh, Selasa (24/10).
‘Klinik UMKM Bangkit’ memberikan layanan pendampingan dan konsultasi gratis bagi pelaku usaha yang terdampak banjir. Layanan ini meliputi penilaian dampak bencana, pendampingan permodalan, bantuan modal usaha, pengembangan usaha, hingga akses pasar.
Kedatangan ‘Klinik UMKM Bangkit’ disambut positif oleh para pelaku usaha di Aceh.
“Saya sangat lega ada bantuan dan pendampingan dari pemerintah untuk UMKM kecil seperti saya. Banjir kemarin sangat merugikan, dan berharap bantuan ini dapat membantu saya memulai kembali usaha,” ungkap Rahmawati, seorang pelaku UMKM di Aceh.
Menteri Maman menjelaskan bahwa ‘Klinik UMKM Bangkit’ merupakan salah satu program yang diinisiasi Kementerian UMKM untuk membantu pemulihan ekonomi pasca- bencana. Program ini merupakan bentuk sinergi Jogjajateng.com Kementerian UMKM, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga swadaya masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia, termasuk di daerah yang dilanda bencana. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi bangsa, dan pemulihannya sangat penting bagi pemulihan ekonomi nasional,” tegas Menteri Maman.
Klinik UMKM Bangkit ini didesain untuk memberikan solusi terstruktur dan terintegrasi bagi pelaku UMKM.
“Layanan yang diberikan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga solusi konkret dalam bentuk pembinaan, pelatihan, dan akses modal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi UMKM di setiap wilayah,” kata Menteri Maman.
Targeted untuk beroperasi selama 3 bulan, ‘Klinik UMKM Bangkit’ diinisiasi dengan fokus terhadap 3 Provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang terdampak banjir, namun konsep ini dapat diperluas kepada daerah lainnya yang membutuhkan.
Kesakutipan:
“Kami mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan program ini. Kami belajar dari pengalaman dan akan terus melakukan evaluasi untuk perbaikan di kemudian hari,” ujar Menteri Maman.
Melalui ‘Klinik UMKM Bangkit’, diharapkan dapat membantu para pelaku usaha bangkit dan menjalankan usahanya kembali dengan lebih baik. Program ini menjadi tonggak penting bagi pemulihan ekonomi dan inklusi pengusaha kecil dan menengah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta daerah lainnya di Indonesia yang membutuhkan bantuan.