SECURITY COUNCIL LIVE: Briefing on threats to international peace and security
COUNCIL KEAMANAN PBB: Briefing Terhadap Ancaman terhadap Perdamaian dan Kestabilan Internasional
New York , 29 Desember 2025 – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan rapat hari ini untuk mendengar briefing terkait ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional menyusul pengakuan Israel atas wilayah utara Somalia sebagai negara merdeka dan suveran.
Rapat spesial ini mendapat perhatian internasional menyusul pernyataan Israel yang mengejutkan pada 27 Desember 2025, menjanjikan dukungan penuh terhadap wilayah yang mendeklarasikan diri sebagai “negara Somaliland”. Pengakuan ini memicu kecaman dari pemerintah Somalia dan komunitas internasional, dengan banyak negara mengkhawatirkan potensi destabiliasi regonal.
Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk PBB menegaskan komitmen Indonesia terhadap kedaulatan Somalia dan menyerukan perlunya dialog damai antar pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomatik. Ia juga menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip hukum internasional dan mencegah eskalasi konflik antar negara.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menunjukkan sikap menahan diri dan menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Kami mendukung upaya-upaya PBB untuk menyelesaikan masalah ini secara peaceful dan konstruktif,” ujar Duta Besar Indonesia.
Briefing ini dihadiri oleh perwakilan berbagai negara anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Perancis. Para perwakilan menyampaikan kekhawatiran mereka terkait dampak pengakuan Israel terhadap Somaliland terhadap stabilitas regional dan imperatifnya untuk menjaga kerukunan dan kerja sama antar negara.
Beberapa negara menyinggung potensi dampak pengakuan ini terhadap semangat integrasi regional di Afrika. Mereka menekankan kebutuhan membangun mekanisme untuk mencegah fragmenasi negara dalam masa depan dan mencegah terjadinya krisis kemanusiaan akibat konflik.
Di sisi lain, perwakilan Israel, dalam presentasinya, menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perdamaian di kawasan Timur Tengah. Mereka mengklaim pengakuan terhadap Somaliland sebagai langkah diplomatik yang bertujuan untuk mendorong stabilitas dan pembangunan regional.
“Pengakuan ini adalah bentuk dukungan terhadap aspirasi rakyat Somaliland untuk menentukan nasib sendiri. Kita berharap pengakuan ini dapat menjadi katalis bagi dialog dan kerjasama yang konstruktif antar semua pihak,” ujar perwakilan Israel.
Reputasi Senegal itu terpecah belah, dengan beberapa negara diplomatik mengimbangi keprihatinan yang sama terkait negara yang dinyatakan senen, sementara negara-negara laindtp itu sebagai langkah mendukung aspirasi penentuan nasib sendiri.
Kesaneevituia
Pertemuan Dewan Keamanan PBB ini mencerminkan kompleksitas isu tersebut. Pengakuan Israel atas Somaliland, meski diklaim sebagai langkah positif, cukup mengkhawatirkan bagi banyak negara yang mengkhawatirkan potensi besar destabilisasi regional. Rapat ini menjadi tonggak penting untuk memadukan berbagai perspektif dan mencari solusi damai yang menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara yang terlibat.
Penting untuk dipantau dengan seksama perkembangan situasi di wilayah tersebut, termasuk reaksi pemerintah Somalia, komunitas internasional, dan pihak Somaliland sendiri. Dukungan penuh PBB dan upaya diplomatik yang terpadu dibutuhkan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional di masa depan.