Aturan ‘Besi’ Pep Guardiola: Pemain Man City Dilarang Gemuk Usai Libur, Haaland Sempat Jadi Sorotan
Aturan ‘Besi’ Pep Guardiola: Pemain Man City Dilarang Gemuk Usai Libur, Haaland Sempat Jadi Sorotan
Manchester City, Inggris – Pep Guardiola memang dikenal dengan program latihannya yang intensif dan pola bermain yang tak terbantahkan mengesankan. Namun, di balik tuntutan prestasi, seorang pelatih asal Spanyol ini juga ketat dalam menjaga disiplin fisik para pemainnya, terutama saat kembali berlatih setelah libur panjang. Selain disiplin mental, Guardiola menerapkan aturan ‘besi’ tentang berat badan pemain, yang mewajibkan mereka untuk kembali dalam kondisi prima usai menikmati libur Natal.
Aturan ini sempat menjadi sorotan, terutama setelah terungkap bahwa Erling Haaland, penyerang top Man City, sempat melewati batas berat ideal sejenak. Meski begitu, seluruh pemain, termasuk Haaland, mampu kembali tampil disiplin dan lolos tes berat badan yang dilakukan Guardiola sebelum latihan dimulai.
“Saya tidak pernah sungkan untuk mengatakannya: saya naik 5 kg selama libur Natal,” akui Pep Guardiola dalam sesi temu pers pra-pertandingan. “Tetapi saya menuntut yang sama dari semua pemain, termasuk Haaland. Mereka harus kembali dalam kondisi fisik yang tepat untuk musim kembali berlanjut.”
Periode libur Natal, menurut Guardiola, bukan hanya waktu untuk bersenang-senang dan bersantai. Waktu ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mempertajam kembali fisik dan mental mereka di luar tekanan latihan.
“Para pemain memiliki waktu untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman. Namun, selalu ada kewajiban untuk menjaga kondisi fisik. Kami memiliki program khusus, termasuk konsultasi dengan ahli gizi dan fisioterapi, yang dipatuhi semua pemain. ”
Penggunaan program khusus tersebut, termasuk pembatasan jenis makanan tertentu dan jadwal asupan nutrisi ketat, sangat menunjukan komitmen Guardiola dalam membangun tim yang maksimal. Tak hanya menanggung beban berat badan, para pemain juga harus disiplin dalam program latihan fisik yang ampuh di bawah arahan pelatih kondisional Man City, Enrico Zambanini.
Spirit disiplin ini telah menjadi budaya di Manchester City. Meskipun aturan berat badan mungkin terdengar ketat, namun para pemain tampaknya memberanggakan sikap proaktif mereka.
Guardiola sendiri membuka kemungkinan untuk memberi “penalti” kepada pemain yang melanggar peraturan, seperti tambahan sesi latihan atau diet ketat. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah untuk memojokkan pemain, melainkan mendorong mereka untuk terus memaksimalkan potensi fisik mereka.
“Kami ingin memastikan semua pemain dalam kondisi terbaik untuk merayakan kesuksesan bersama,” ucap Guardiola. “Ini bukan tentang hukuman, tapi tentang membuat mereka memahami betapa pentingnya disiplin fisik dalam mencapai tujuan kami.”
Di ujungnya, aturan ‘besi’ Pep Guardiola membuktikan komitmennya untuk menciptakan tim yang tidak hanya kuat secara teknikal, tetapi juga disiplin dan fokus. Terbukti dengan lolosnya seluruh pemain dalam tes berat badan, termasuk Haaland yang sempat jadi perhatian, menunjukkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa. Kesuksesan Man City tahun lalu, termasuk meraih treble, adalah bukti nyata dari efektivitas sistem ini.