JogjaJateng .com

Peneliti: Penting tekan kerentanan lingkungan menghadapi potensi bencana

December 30, 2025 • Jogja jateng
Peneliti: Penting tekan kerentanan lingkungan menghadapi potensi bencana

Peneliti: Penting Tekan Kerentanan Lingkungan Menghadapi Potensi Bencana

Jakarta, Rabu, [Tanggal] – Perubahan iklim tak dapat dihindari dan semakin memperkuat potensi bencana di Indonesia. Untuk itu, pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin, menekankan pentingnya menekan tingkat kerentanan environmental di tiga sektor vital: infrastruktur, sosial, dan ekonomi.

Prof. Erma menjelaskan, perubahan iklim menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Faktor ini semakin mempertulan kehidupan masyarakat dan memicu berbagai kerugian, termasuk kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, dan dampak langsung pada keselamatan manusia.

“Pembangunan infrastruktur yang tidak ramah perubahan iklim, struktur sosial yang lemah, dan ekonomi yang rentan merupakan tiga faktor utama yang memperburuk dampak bencana,” ujar Prof. Erma dalam sebuah konferensi daring mengenai mitigasi bencana terkait perubahan iklim.

Mendorong Infrastruktur Berkelanjutan

Infrastruktur berperan penting sebagai fondasi kehidupan masyarakat. Namun, sistem infrastruktur di Indonesia, baik gedung, jalan, bendungan, hingga jaringan telekomunikasi, masih banyak yang tidak dirancang dengan mempertimbangkan potensi bencana akibat perubahan iklim.

Prof. Erma mencontohkan sungai yang dibangun tanpa memperhatikan dampak erosi akibat hujan deras, atau bangunan yang tidak tahan terhadap banjir rob.

“Kita perlu membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim. Ini berarti mendesain bangunan yang tahan terhadap gelombang tsunami, menggunakan material yang tahan terhadap air dan suhu ekstrem, serta membangun sistem drainase yang efektif,” katanya.

Penguatan Struktur Sosial

Kerentanan sosial menjadi faktor lain yang memperkuat dampak bencana. Kesenjangan ekonomi, akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi, serta kurangnya akses informasi dan edukasi tentang mitigasi bencana dapat meningkatkan vulnerabilitas masyarakat terhadap dampak buruk bencana.

“Penguatan struktur sosial adalah kunci penting untuk membangun masyarakat yang tangguh. Ini berarti memastikan akses merata terhadap sumber daya, meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana, serta membangun sistem peringatan dini yang efektif,” jelasnya.

Mendorong Ekonomi yang Berkelanjutan

Ekonomi yang bergantung pada sektor rawan terhadap perubahan iklim, seperti pertanian dan perikanan, juga menjadi rentan terhadap dampak bencana.

Salah satu upaya mitigasi bencana dengan fokus pada ekonomi adalah dengan mengembangkan sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, seperti melalui penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan dan adopsi teknologi pertanian pintar. Selain itu, perlu juga diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor rawan bencana.

Kesimpulan

Prof. Erma menekankan bahwa menekan kerentanan lingkungan, infrastruktur, sosial, dan ekonomi merupakan langkah krusial dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim. Fokus ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur yang kuat, namun juga tentang membangun masyarakat yang tangguh, berdaya, dan memiliki pengetahuan yang memadai untuk mitigasi bencana.

“Kita harus menyadari bahwa perubahan iklim bukan masalah untuk masa depan, tapi masalah untuk saat ini.

Kolaborasi dan komitmen bersama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan sektor swasta, sangat penting untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan di era perubahan iklim,” tutup Prof. Erma.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us