Kementerian Kebudayaan targetkan revitalisasi gedung Sarekat Islam pada 2026
Kementerian Kebudayaan Targetkan Revitalisasi Gedung Sarekat Islam pada 2026
Semarang, Jawa Tengah – Kementerian Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan revitalisasi Gedung Sarekat Islam (SI) di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2026. Gedung bersejarah seluas 1.000 meter persegi ini diharapkan dapat kembali menjadi pusat informasi dan edukasi terkait pergerakan nasional serta sejarah kemerdekaan Indonesia.
“Revitalisasi Gedung Sarekat Islam merupakan salah satu bentuk upaya Kemenbud dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya nasional,” ujar Dirjen Pem preservasi dan Konservasi Direktorat Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid saat meninjau kondisi gedung pada Rabu (31/12/2025).
Gedung Sarekat Islam, yang berdiri pada era pergerakan nasional awal abad ke-20, menyimpan banyak nilai sejarah dan perjuangan rakyat Indonesia. Dibangun pada tahun 1912, gedung ini menjadi tempat berhimpunya para tokoh penting Sarekat Islam, organisasi pergerakan sosial dan politik terbesar di Indonesia pada masa penjajahan.
Hilmar Farid menjelaskan, revitalisasi ini tidak hanya sekedar renovasi bangunan, tetapi juga akan melibatkan pemertahaanaan nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalamnya. “Kami akan mengembalikan fungsi gedung ini sebagai sebuah ruang publik yang informatif dan edukatif,” katanya.
Rencana revitalisasi meliputi beberapa aspek, mulai dari renovasi fisik bangunan, pengadaan fasilitas penunjang edukasi, hingga pengembangan konten edukatif tentang sejarah Sarekat Islam dan pergerakan nasional Indonesia.
“Pengelolaan Gedung Sarekat Islam akan dijalankan oleh museum yang dibentuk khusus untuk gedung ini,” imbuh Hilmar Farid. Museum ini akan menjadi satu kesatuan dengan struktur pengembangan program-program edukasi sejarah di Semarang.
Penyelenggaraan program edukasi ini juga akan melibatkan masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan sejarah tersebut. Kemenbud berharap, revitalisasi Gedung Sarekat Islam dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik, sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami perjuangan dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
“Revitalisasi ini adalah wujud upaya kita dalam merespon kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang dapat digunakan untuk edukasi dan pengembangan budaya,” ujar Hilmar Farid menutup pembicaraan. “Kami optimis, Gedung Sarekat Islam akan menjadi bekal bagi generasi mendatang untuk lebih memahami sejarah dan bersemangat dalam membangun bangsa.”