Pertamina Turunkan Harga Pertamax Cs 1 Januari 2026, Begini Rinciannya
Pertamina Turunkan Harga Pertamax Cs Mulai 1 Januari 2026
Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengumumkan akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum Non Subsidi mulai 1 Januari 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk seluruh jenis BBM non subsidi, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa keputusan penurunan harga ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk penurunan harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, termasuk memastikan keterjangkauan BBM. Penurunan harga ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi,” ujar Nicke dalam konferensi pers, [Tanggal Konferensi Pers].
Rincian penurunan harga BBM non subsidi Pertamina:
Pertamax: Turun sebesar Rp[Jumlah] per liter.
Pertamax Turbo: Turun sebesar Rp[Jumlah] per liter.
Pertamina Dex: Turun sebesar Rp[Jumlah] per liter.
Faktor Pemicu Penurunan Harga
Nicke Widyawati juga menjelaskan bahwa penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kebijakan ini. Selain itu, stabilitas ekonomi nasional dan tingginya kebutuhan masyarakat juga dipertimbangkan oleh Pertamina dalam mengambil keputusan ini.
“[Menjadi] Pertimbangan utama dalam menentukan strategi harga, adalah pass through mechanism untuk setiap komponen biaya. Kami memantau ketat dinamika harga minyak internasional dan asumsi ekonomi nasional. Sehubungan dengan tren harga minyak dunia yang cenderung menurun dan stabilitas ekonomi nasional, Pertamina memutuskan untuk menurunkan harga BBM non subsidi,” tambah Direktur Utama Pertamina tersebut.
Dampak Terhadap Konsumen
Penurunan harga BBM non subsidi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat merasakan penghematan pada pengeluaran sehari-hari, terutama dalam hal transportasi. Sementara itu, para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di sektor transportasi dan logistik, diharapkan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.
“Kami yakin bahwa kebijakan penurunan harga ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Kami juga berharap agar industri dan pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Nicke.
Selain Penurunan Harga, Pertamina Lakukan Upaya Lain
Pertamina menegaskan bahwa selain menurunkan harga BBM non subsidi, pihaknya juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk BBMnya. Perusahaan ini berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
“Sebagai BUMN yang melayani kebutuhan energi bangsa, Pertamina akan terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dengan memastikan keterjangkauan dan kualitas BBM yang kami distribusikan,” pungkas Nicke.