‘This Anti-LGBTQI+ Bill Can Still Be Blocked – but Only With Sustained International Pressure’
‘RUU Anti-LGBTQI+ Kazakhstan Masih Bisa Diblokir – Hanya Melalui Tekanan Internasional yang Berkelanjutan’
Nur-Sultan, Kazakhstan – Sebuah RUU yang kontroversial di Kazakhstan yang bertujuan membatasi hak-hak kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan interseks (LGBTQI+) terus menjadi sorotan internasional. RUU ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi HAM dan kelompok advokasi, karena dianggap mengancam dan diskriminatif. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Civicus, Temirlan Baimash, aktivis dan pendiri bersama dari inisiatif pemuda LGBTQI+ QUEER KZ, mengungkapkan kekhawatirannya dan potensi jalan keluar dari tekanan yang dihadapi komunitasnya.
“Kebijakan ini didesain untuk kriminalisasi kehidupan awam kelompok LGBTQI+ di Kazakhstan,” jelas Baimash. “RUU ini mengancam keyakinan dan eksistensi kami. Kami hidup dalam ketakutan akan diskriminasi, kekerasan, dan bahkan penahanan jika RUU ini disahkan.”
RUUI ini menekankan pada larangan penyebaran informasi yang dianggap “menyimpang dari norma keluarga” dan “mengajarkan homoseksualitas.” Inisiatif QUEER KZ khawatir bahwa definisi yang samar ini dapat diselewengkan untuk membatasi hak-hak dasar LGBTQI+ dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akses pendidikan, pekerjaan, dan perawatan kesehatan.
Baimash menekankan perlunya tekanan internasional agar RUU ini ditarik kembali. “Dukungan global sangat penting bagi kami,” katanya. “Pernyataan publik dari pemerintah dan organisasi internasional, serta sanksi ekonomi, dapat memberikan tekanan yang signifikan pada pemerintah Kazakhstan untuk membatalkan RUU ini.”
Dijelaskan Baimash bahwa kelompok LGBTQI+ di Kazakhstan menghadapi stigma dan diskriminasi yang menghancurkan. Beberapa di Jogjajateng.com mereka terpaksa hidup dalam kabinet karena takut diungkap identitas mereka. Baimash berpendapat bahwa RUU ini akan memperburuk situasi ini secara signifikan, menciptakan lingkungan yang semakin berbahaya bagi LGBTQI+ di Kazakhstan.
Meski tantangan besar dihadapi, Baimash tetap optimis bahwa RUU ini bisa diblokir. “Kami percaya bahwa suara kelompok LGBTQI+ harus didengar. Kami bukan asing dalam perjuangan ini. Kami telah berjuang lama untuk hak-hak asasi manusia, dan kami akan terus berjuang sampai RUU ini dibatalkan,” tegasnya.
Inisiatif QUEER KZ terus melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik dan menggalang dukungan bagi komunitas LGBTQI+ di Kazakhstan. Mereka bekerja sama dengan organisasi lokal dan internasional untuk membangun jaringan dukungan dan memperjuangkan perubahan kebijakan yang inklusif.