JogjaJateng .com

Security Council: New faces, old tensions as five nations take their seats

January 2, 2026 • Jogja jateng
Security Council: New faces, old tensions as five nations take their seats

Dewan Keamanan: Wajah Baru, Tensi Lama Ketika Lima Negara Mengisi Kursi

New York, 1 Januari – Dewan Keamanan PBB memasuki tahun baru dengan wajah yang berbeda. Lima negara baru akan mengisi kursi-kursi ikonik di meja bundar yang memikul tanggung jawab krusial dalam menentukan perdamaian dan keamanan dunia.

Dewan Keamanan PBB merupakan organ tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Meskipun memiliki 15 anggota, lima negara besar – Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis – memegang hak veto, memberikan mereka kekuatan pengambilan keputusan besar dalam berbagai isu global, termasuk konflik bersenjata, pelanggaran HAM, dan krisis humaniter.

Lima negara yang akan mengambil alih kursi dewan sejak 1 Januari adalah:

Albania:   Negara Balkan ini akan kembali duduk di meja bundar setelah terakhir kali menjabat pada tahun 1957. 
Brazil:   Negara Amerika Latin ini kembali bergabung dengan dewan setelah sebelumnya menjabat pada tahun 2009 dan 2018.
Gabon:   Pengalaman Gabon di Afrika menawarkan perspektif berharga bagi dewan dalam menangani isu-isu di benua tersebut. Negara ini terakhir kali menjabat pada tahun 1973.
Mozambique:   Negara Afrika tengah ini akan mengalami masa dewan untuk pertama kalinya. Mozambike memiliki potensi untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di Afrika.
Switzerland:   RUU berkelanjutan dan politik netral Swiss diharapkan dapat berkontribusi pada proses negosiasi dan diplomasi di dewan. Negara ini terakhir kali menjabat pada tahun 2006.

Pemilihan negara-negara ini sejalan dengan prinsip rotasi dan representasi regional dalam struktu Presiden PBB.

Dinamika Baru di Meja Bundar

Meskipun lima wajah baru akan mengisi ruang di meja bundar, latar belakang geopolitik dan konstelasi kekuatan global yang mempengaruhi dewan tetap sama.

“Pergantian kursi ini tidak akan mengubah fondasi hubungan antar negara adidaya di dewan. Potensi perselisihan dan perbedaan pandangan tetap ada, bahkan mungkin lebih meningkat akibat dinamika global yang terus berkembang,” ujar pakar keamanan internasional, Dr. Fahrul Rasyid.

Namun, banyak yang berharap perubahan ini dapat membawa dinamika baru dan perspektif yang lebih beragam ke dalam diskusi dan keputusan dewan. Pemimpin dunia berharap kursi-kursi baru ini dapat mendorong koalisi baru dan solusi inovatif untuk konflik-konflik global yang kompleks.

Tantangan dan Peluang

Dewan Keamanan menghadapi sejumlah tantangan berat, termasuk penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia, pencegahan genosida dan kejahatan perang, mencegah penyebaran senjata pemusnah massal, dan menangani krisis humaniter.

“Lima negara ini membawa berbagai keahlian dan pengalaman yang berbeda,” kata seorang diplomat PBB yang tidak ingin disebutkan namanya. “Tantangannya terletak pada kerjasama antar anggota dewan, menciptakan solidaritas, dan membangun konsensus untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.”

Dengan wajah baru dan dinamika lama, Dewan Keamanan PBB memasuki tahun baru dengan harapan optimisme dan kekhawatiran. Remaja upaya dewan untuk mewujudkan perdamaian dunia akan terus dipantau oleh mata dunia.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us