Mendikdasmen: Sekolah terdampak bencana terapkan fleksibilitas asesmen
Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Fleksibilitas Asesmen
Jakarta, : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam akan tetap berlanjut dengan menerapkan kurikulum nasional yang adaptif dan fleksibilitas asesmen. Hal ini disampaikan dalam rangka memastikan kelancaran proses pendidikan bagi siswa yang mengalami gangguan akibat bencana yang disebabkan oleh musim hujan.
“Kami memahami bahwa bencana alam dapat mengganggu proses belajar mengajar dan memberikan dampak psikologis pada siswa. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada satuan pendidikan yang terdampak,” ujar Mendikdasmen saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa kurikulum nasional yang adaptif memungkinkan guru dan sekolah untuk menyesuaikan rencana pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan siswa di lapangan.
“Fleksibilitas ini tidak hanya pada ajaran materi pelajaran, tetapi juga pada cara penyampaian dan metode penilaian,” ungkapnya. “Guru diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi dan situasi siswa.”
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyatakan bahwa asesmen dalam konteks pendidikan post-bencana bukan untuk menggurui, melainkan untuk memahami kondisi dan kebutuhan belajar siswa.
“Kami mengutamakan aspek psikologis siswa yang terdampak bencana. Asesmen akan lebih difokuskan pada pemulihan dan kemajuan belajar siswa secara holistik,” terangnya. “Para guru akan menggunakan hasil asesmen untuk merancang strategi pembelajaran yang efektif dan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran.”
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kolaborasi antar stakeholders dalam memberikan dukungan terbaik bagi satuan pendidikan dan siswa di wilayah terdampak bencana.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan perangkat daerah terkait akan terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa kebutuhan pendidikan siswa terpenuhi,” ujarnya. “Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama meringankan beban para siswa dan guru di wilayah terdampak bencana.”
Beberapa upaya konkret yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjamin kelancaran proses pendidikan di wilayah terdampak bencana Jogjajateng.com lain:
Membangun kembali infrastruktur sekolah yang rusak: Tim technical assistance sudah turun ke lapangan untuk membantu mendata dan memperbaiki kerusakan.
Menyediakan sarana belajar mengajar alternatif: Kementerian telah menyiapkan modul pembelajaran daring dan buku teks untuk membantu siswa meneruskan pelajaran.
Memberikan dukungan psikologis: Tim psikolog telah dikerahkan untuk memberikan konseling dan dukungan psikososial bagi siswa dan guru.
Dengan penerapan kurikulum nasional yang adaptif dan fleksibilitas asesmen, harapannya pembelajaran dapat terus berlangsung bagi siswa terdampak bencana. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan hak semua anak atas akses pendidikan terpenuhi, meskipun dijalani dalam kondisi yang penuh tantangan.