JogjaJateng .com

ESDM: Pemulihan SPBU terdampak bencana Sumatera hampir 100 persen

January 5, 2026 • Jogja jateng
ESDM: Pemulihan SPBU terdampak bencana Sumatera hampir 100 persen

ESDM: Pemulihan SPBU Terdampak Bencana Sumatera Hampir 100 Persen

Jakarta – Layanan pengisian bahan bakar di wilayah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini hampir kembali normal. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, hampir 100 persen SPBU yang terdampak bencana telah kembali beroperasi atau berfungsi penuh.

Pemulihan yang cepat ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dari Kementerian ESDM dan dan pihak-pihak terkait di lapangan. Menurut Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, kajian lapangan menunjukkan bahwa dampak bencana alam terhadap infrastruktur energi, khususnya SPBU, jauh lebih minimal dibanding bencana sebelumnya.

“Alhamdulillah, saat ini kami di Posko Nasional ESDMMonitoring terus melaporkan bahwa hampir seluruh SPBU di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah beroperasi normal kembali,” ujar Erika dalam keterangan resmi, Selasa, (24/1).

Ia menjelaskan, terdapat 68 SPBU di tiga wilayah tersebut yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 66 SPBU telah kembali beroperasi, sedangkan dua SPBU lainnya masih dalam proses pemulihan.

“Proses pemulihan kedua SPBU tersebut juga hampir selesai dan secara keseluruhan diperkirakan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat,” tambah Erika.

Pemulihan SPBU ini tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak. Dalam situasi darurat, tim Badan Geologi dalam Kementerian ESDM melakukan inventarisasi dan penilaian potensi dampak bencana terhadap infrastruktur ESDM. Tim ini membantu membersihkan area SPBU, mensterilkan lokasi, dan memastikan keamanan tempat pengisian bahan bakar.

Tidak hanya itu, Kementerian ESDM juga memastikan ketersediaan BBM di wilayah terdampak bencana.

“Tentu saja bantuan yang diberikan kepada masyarakat di tiga provinsi tersebut juga mencakup pemenuhan kebutuhan BBM. Kami bekerja sama dengan Pertamina untuk menjamin ketersediaan BBM selama masa pemulihan,” ungkap Erika.

Penguatan Infrastruktur

Erika Retnowati menekankan pentingnya penguatan infrastruktur energi di daerah rawan bencana. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan resiliensi energi di masa depan.

“Kami harus belajar dari setiap bencana. Ini menjadi momentum untuk kita evaluasi dan tingkatkan ketahanan infrastruktur energi di wilayah rawan bencana. Kita juga akan melihat peluang untuk mengembangkan energi terbarukan di daerah tersebut,” kata Erika.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur energi yang lebih kuat dan resilien akan membantu mempercepat pemulihan pasca-bencana dan mengurangi dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

ESDM berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat, dalam upaya pemulihan dan pembangunan infrastruktur energi di Indonesia.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us