JogjaJateng .com

When Democracy Freezes, Autocrats Rise

January 6, 2026 • Jogja jateng
When Democracy Freezes, Autocrats Rise

Ketika Demokrasi Menggeler, Autokrat Berjaya

VIENNA, Austria – Dalam beberapa dekade terakhir, dunia menyaksikan pola gejolak politik yang mengkhawatirkan. Banyak negara yang pernah menapaki jalan menuju demokrasi, kini mengalami kemunduran. Sehingga mengundang pertanyaan, apakah ada korelasi Jogjajateng.com kerapuhan demokrasi dengan naiknya otoritarianisme? Pemikiran game theory yang memandang sistem politik sebagai rangkaian interaksi sistematis, memberikan perspektif menarik untuk memahami kecenderungan ini.

Pemerintahan suatu negara, baik yang demokratis maupun otoriter, bisa dianggap seperti permainan strategis. Pengejawantahannya terlihat dalam cara aktor-aktor politik – berupa individu, kelompok, atau negara – berupaya memaksimalkan kepentingan mereka dalam arena politik. Dalam sistem demokrasi yang relatif stabil, terdapat keseimbangan kekuatan antar aktor, di mana setiap pihak memiliki kesempatan untuk mendapatkan suara dan mempengaruhi kebijakan.

Namun, ketika pola demokratis ini mulai mengkeler, ruang gerak bagi kelompok minoritas menyusut, dan potensi konflik antar aktor meningkat. Asumsi kunci dalam game theory adalah keputusan seseorang ditentukan oleh prediksi perilaku aktor lain. Ketika demokrasi lemah dan ketidakpastian politik menguasai, aktor-aktor dengan tujuan jangka pendek dan individual cenderung mengambil alih.

Hal ini diperparah dengan fragmenisasi masyarakat menjadi beragam kelompok minoritas. Semakin kompleks interaksi sosial, semakin sulit membangun konsensus dan mencapai keputusan kolektif yang menciptakan stabilitas politik. Polarisasi ideologis dan jatuhnya kepercayaan terhadap institusi demokrat berkontribusi pada ketidakstabilan ini. Para autokrat, dengan janji stabilitas dan kontrol, dapat mengeksploitasi kondisi ini dengan mudah.

Menurutnya, mereka menawarkan solusi kebutuhan keamanan dan keadilan sosial yang dirasa belum terpenuhi oleh sistem politik yang sesak. Bahkan, mereka sukses memanipulasi kelompok minoritas yang merasa termarginal dan tidak mendapat perlindungan dalam sistem demokrasi yang runtuh.

Prof. Dr. Anton, pakar politik dari Universitas Indonesia, mengungkapkan kekhawatirannya: “Ketidakmampuan sistem demokrasi untuk mengakomodasi aspirasi beragam kelompok yang hidup di Indonesia semakin menunjukkan dekonstruksi ide-ide sentral demokrasi. Ludit teori game menunjukkan bagaimana individual dan kelompok yang berkepentingan dapat memanfaatkan fragmenisasi ini untuk mencalonkan diri sebagai penyelenggara solusi terpusat, berujung pada penambahan sistem otoriter.”

Prof. Anton menekankan pentingnya reformasi sistem demokrasi agar bisa berjalan efektif dan inklusif.

Upaya ini harus mencakup peningkatan partisipasi politik masyarakat, menjaga integritas institusi demokrasi, dan memperkuat dialog antar kelompok.

Hanya dengan memperkuat fondasi demokrasi, negara dapat menjaga dirinya dari cengkeraman autokratisme dan membangun masa depan yang lebih adil dan berdaulat.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us