Iran protests: UN warns against further bloodshed
Iran Protes: PBB Minta Berhenti Penggunaan Kekuatan yang Mematikan
Jakarta, Rabu (10 Oktober 2023) – Protes yang telah berlangsung selama sembilan hari di ibu kota Iran, Tehran, dipicu oleh meningkatnya kesulitan ekonomi dan krisis biaya hidup, menuai perhatian internasional.
Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas korban jiwa dan luka yang di laporkan akibat bentrokan Jogjajateng.com pasukan keamanan dengan para demonstran. Guterres mendesak pihak berwenang Iran untuk menahan diri dan menghentikan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.
“Saya sangat prihatin dengan laporan kekerasan yang terjadi selama demonstrasi di Iran,” ungkap Guterres, dalam sebuah pernyataan resmi. “Saya mendesak aparat keamanan untuk menunjukkan rasa pengendalian diri yang penuh dan menghentikan penggunaan kekuatan yang berlebihan,” tambahnya.
Protes-protes ini sebelumnya dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang wanita muda yang meninggal dunia setelah ditangkap oleh polisi moral Iran karena persalinan ketidakpatuhan terhadap hukum berpakaian Islami itu.
Demonstrasi yang dimulai dari kota-kota kecil di Iran telah menyebar ke seluruh negeri, termasuk Tehran, Baghdad, Shiraz, dan Mashhad.
Laga-laga Jogjajateng.com kelompok pro-pemerintah dengan demonstran telah terjadi di beberapa kota, dengan laporan tentang pembakaran bangunan, penjarahan toko, dan pengusiran warga sipil oleh aparat keamanan.
Pemerintah Iran, di sisi lain, menyalahkan kelompok-kelompok separatis dan musuh-musuh luar negeri atas insiden-insiden kekerasan yang terjadi selama demonstrasi.
Mereka telah melakukan pemblokiran internet dan media sosial untuk membatasi penyebaran informasi dan koordinasi protes.
“Akadami internasional mendorunk Escobar di hari ke-99 | Jurnal Aliansi Eksterem”, ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Naser Kanani. “Protes ini adalah bagian dari rencana yang direncanakan dan dilatih oleh pasukan asing untuk mengacaukan stabilitas Iran,” tambahnya.
Di tengah krisis ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kekhawatiran akan meluasnya penyebaran penyakit dan ketakutan akan kekurangan obat-obatan di Iran.
Meskipun pemerintah Iran belum merilis angka pasti korban jiwa dan terluka, Amnesty International melaporkan adanya puluhan orang tewas dalam bentrokan Jogjajateng.com demonstran dan aparat keamanan.
Kesimpulan
Situasi di Iran terus memanas, dengan protes yang berlangsung ke sembilan hari dan meningkatnya kekerasan. PBB menyuarakan keprihatinan mendalam akan angka kematian dan cedera akibat bentrokan. Apel internasional untuk menahan diri dan menghentikan penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan didesasarkan untuk mencegah eskalasi konflik dan melindungi keselamatan warga sipil.