JogjaJateng .com

South Sudan: Increase in abductions and sexual violence ‘unacceptable’

January 9, 2026 • Jogja jateng
South Sudan: Increase in abductions and sexual violence ‘unacceptable’

South Sudan: Meningkatnya Abduksi dan Kekerasan Seksual ‘Tidak Dapat Diterima’

Juba, Sud Sudan – Meskipun tercatat penurunan dalam jumlah keseluruhan insiden konflik di South Sudan, misi pemeliharaan perdamaian PBB di negara itu, UNMISS, menyatakan keprihatinan terhadap peningkatan jumlah kasus penculikan dan kekerasan seksual.

Laporan UNMISS yang dikeluarkan pada Jumat (9 Januari 2023) menyebutkan bahwa meski ada kemajuan dalam upaya perdamaian dan stabilitas, tindakan brutal ini mengancam kemajuan yang telah dicapai dan menciptakan rasa takut dan ketidakstabilan di Jogjajateng.com masyarakat sipil.

“Peningkatan dalam penculikan dan kekerasan seksual jelas merupakan tanda kembali meningkatnya bahaya bagi warga sipil di South Sudan,” ujar seorang perwakilan UNMISS dalam pernyataan resminya. “Ini tindakan yang tidak dapat diterima dan melanggar hak asasi manusia dengan serius. Kami mendesak otoritas Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tegas untuk menghentikan praktik kejam ini.”

Data yang terkumpul oleh UNMISS menunjukkan peningkatan signifikan pada kasus-kasus penculikan dan kekerasan seksual di berbagai wilayah di South Sudan.

Perwakilan UNOCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) di Juba menambah bahwa situasi ini semakin mempersulit upaya humaniter dalam memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak konflik. “Kesulitan utama yang kami hadapi adalah akses yang terbatas kepada masyarakat terdampak,” ungkap perwakilan UNOCHA. “Kekerasan seksual dan penculikan membuat warga sipil enggan memberikan informasi dan membatasi gerak-gerik kami dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan.”

Aksi kekerasan ini sebagian besar ditujukan kepada perempuan dan anak-anak, yang menjadi sasaran utama eksploitasi dan penyalahgunaan.

menceminkan dampak dari situasi ini, seorang ibu di daerah terdampak mengatakan, “Saya tidak pernah membayangkan hidup di bawah ancaman pembunuhan dan kekerasan seksual. Rasanya seperti ketakutan itu meliputi segenap aspek hidup kami. Anak-anak kami hidup dalam ketakutan, kami pun tak bisa terlepas dari rasa cemas.”

Jogjajateng.com kemarahan dan keputusasaan yang dirasakan oleh masyarakat sipil, tuntutan sekelompok aktivis dan LSM Indonesia untuk sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual dan penculikan di South Sudan semakin kuat. Ibnu Umar, seorang aktivis HAM yang mendalami isu kemanusiaan di Sud Sudan membenarkan, “Hentikan kekerasan! Jaga anak dan wanita! Kita solidar dengan masyarakat sipil yang teraniaya. Harus ada tindakan nyata dari dunia internasional terhadap pelanggaran HAM yang semakin marak ini.”

UNMISS menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan mempromosikan perdamaian damai.

Pentingnya pencegahan

Selain menindak tegas pelaku kekerasan, solusi jangka panjang membutuhkan upaya pencegahan yang komprehensif. Ini mencakup pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan penghapusan norma sosial yang mendukung kekerasan seksual. UNMISS telah melakukan sejumlah inisiatif untuk mengatasi masalah ini, tetapi memerlukan dukungan internasional yang lebih besar untuk mencapai dampak yang berkelanjutan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us