JogjaJateng .com

KPK juga sita logam mulia dari OTT kantor pajak di Jakarta Utara

January 10, 2026 • Jogja jateng
KPK juga sita logam mulia dari OTT kantor pajak di Jakarta Utara

KPK Juga Sita Logam Mulia dari OTT Kantor Pajak di Jakarta Utara

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pihak terkait dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara. Selain uang tunai dalam jumlah besar, KPK juga mengamankan logam mulia sebagai barang bukti dalam operasi penindakan tersebut.

Dalam konfirmasi tertulisnya, juru bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan bahwa penyitaan logam mulia merupakan bagian dari rangkaian barang bukti yang telah disita dalam operasi OTT tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyitaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aset yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dapat diambil dan diperiksa secara menyeluruh.

“Kami akan melakukan pendalaman dan investigasi lebih lanjut terhadap logam mulia ini untuk memastikan keterkaitannya dengan kasus korupsi yang sedang kami tangani,” ujar Ali Fikri kepada awak media, Senin (29/01/2023).

Saat ini, KPK masih merahasiakan detail lengkap mengenai jenis dan nominal logam mulia yang disita.

Ali Fikri menegaskan bahwa KPK berkomitmen untuk menindaklanjuti operasi OTT ini secara serius dan menyeluruh. Ia menekankan bahwa KPK akan terus berjibaku melawan korupsi secara transparan dan akuntabel.

Operasi OTT yang dilakukan KPK melibatkan anggota DJP Jakarta Utara dan melibatkan sejumlah orang lain. KPK telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini dan sedang dalam proses penyelidikan yang lebih lanjut.

Penyelidikan terhadap kasus OTT ini masih berlangsung dan KPK diharapkan dapat segera memberikan informasi terbaru mengenai perkembangannya ke publik.

Keterlibatan pejabat pajak dalam kasus korupsi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terkait potensi upaya pemalsuan dokumen pajak dan penyelewengan dana negara. Kasus ini menjadi sorotan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam sistem perpajakan.

Tindak lanjut kasus ini menjadi penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga perpajakan dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi korupsi di segala sektor.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us