Sering Terjadi pada Pria tapi Jarang Dibahas, Apa Sebenarnya Blue Balls?
Sering Terjadi pada Pria tapi Jarang Dibahas, Apa Sebenarnya Blue Balls?
Blue balls, istilah yang sering diucapkan pria dengan istilah humor, seringkali dianggap remeh dan menjadi bahan candaan. Namun, di balik lelucon itu, ada fakta medis yang harus disadari. Blue balls, secara harfiah merujuk pada rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada skrotum akibat penumpukan cairan dalam jaringan yang menyiratkan ereksi.
Apa Penyebabnya?
Ir. dr. Andi, Spesialis Urologi, menjelaskan bahwa blue balls terjadi ketika penis mengalami ereksi yang tidak terlanjutkan atau terhenti mendadak. rangsangan seksual memicu aliran darah ke pembuluh darah penis, yang menyebabkan ereksi. Namun, jika ereksi tersebut terhenti tiba-tiba atau tidak diakhiri dengan ejaculasi, aliran darah dapat tertahan, menyebabkan rasa nyeri dan kesemutan pada skrotum.
“Ketika aliran darah tertahan dalam penis, pembuluh darah di skrotum juga terisi dan memicu rasa tidak nyaman,” ucap dr. Andi.
Faktor yang Mempengaruhi
Meskipun blue balls dialami banyak pria, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko. Biasanya, hal ini terjadi pada remaja atau kalangan pria muda yang sedang mengalami perubahan hormon dan sering mengalami ereksi spontan.
“Aktivitas seksual yang intens dengan frekuensi tinggi, aktivitas fisik berlebihan, dan bahkan stres dapat memicu penumpukan cairan ini,” tambah dr. Andi.
Risiko dan Dampaknya
Meskipun blue balls umumnya tidak berbahaya dan rasa nyeri biasanya akan hilang dengan sendirinya, beberapa kondisi dapat dikaitkan dengan blue balls. Dr. Andi menekankan bahwa jika rasa nyeri berkepanjangan atau disertai dengan gejala lainnya seperti pembengkakan, demam, atau kemerahan, segera konsultasikan ke dokter.
“Perlu diingat, gejala tersebut bisa menandakan kondisi medis lain yang lebih serius,” ujar dr. Andi,
Langkah Pencegahan
Dr. Andi menyarankan beberapa cara untuk mencegah blue balls:
Hindari menahan ereksi secara berlebihan: Berusaha untuk menyelesaikan ereksi secara natural melalui ejakulasi.
Kelola stress: Stres dapat memicu ereksi spontan dan menyebabkan penumpukan cairan.
Olahraga secara teratur: Aktivitas fisik dapat membantu melancarkan aliran darah dan mencegah penumpukan cairan di penis.
Kesimpulan
Blue balls, meski sering dianggap remeh, merupakan kondisi yang dapat dialami pria, terutama pada usia muda. Meskipun tidak berbahaya pada banyak kasus, penting untuk mengenali gejalanya dan mencari bantuan medis jika mengalami rasa nyeri berlebihan atau gejala lain yang tidak biasa. Dengan memahami penyebab dan dampaknya, pria dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan reproduksi mereka.