Menteri PPPA menyampaikan mendalam ibu mengakhiri hidup bersama balita di Kebumen
Menteri PPPA Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Ibu dan Balita di Kebumen
Kebumen, (NN) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi seorang ibu yang mengakhiri hidup bersama anaknya yang berusia 5 tahun di Desa Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Saya turut berduka cita atas kejadian tragis di Kebumen. Kejadian ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Menuturkan dalam keterangan tertulisnya pada hari ini, Rabu (26/04/2023).
Tragedi yang terjadi pada Selasa (25/04/2023) pagi siang itu mengguncang Kabupaten Kebumen dan menjadi berita yang mendominasi pemberitaan di berbagai media. Seorang ibu di Desa Buayan ditemukan telah meninggal dunia bersama anaknya. Menurut informasi awal yang dihimpun, kasus ini diduga terkait dengan faktor-faktor stressors dan kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga tersebut.
Polisi setempat telah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian untuk mengungkap motif pasti di balik kejadian ini.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa tragedi ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk fokus pada perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak. Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan yang kondusif dan memberi dukungan yang memadai bagi keluarga, khususnya yang rentan.
“Kita harus bersama-sama mencegah kasus-kasus kekerasan dan bencana akibat masalah rumah tangga. Perempuan dan anak-anak adalah aset bangsa yang perlu kita jaga dan lindungi. Jangan biarkan mereka menjadi korban tekanan dan kesulitan hidup,” tegasnya.
Menteri Arifah mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit dalam rangka mengatasi akar permasalahan di balik kejadian ini.
“Keamanan dan kesejahteraan perempuan dan anak perlu menjadi prioritas utama. Kita perlu membangun sistem yang efektif dalam menangani kasus kekerasan dan masalah psikologis yang dihadapi keluarga. Jangan sampai tragedi serupa terulang kembali,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia juga berharap ada langkah dari Pemerintah Daerah untuk memantau dan memberikan dukungan kepada keluarga yang rentan secara proaktif. Seminar dan pelatihan tentang pengelolaan stres, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, dan pembinaan keluarganya perlu dilakukan secara masif.
Pemerintah, kata Menteri Arifah, harus menjadi garda terdepan dalam melindungi dan memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak . Penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan juga perlu dilakukan secara tegas dan terukur.
Tragedi yang menimpa keluarga di Kebumen ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih giat lagi dalam memikirkan upaya-upaya pencegahan dan konseling kepada masyarakat khususnya yang mengalami kesulitan ekonomi dan psikologis.
(NN)