Pemkot Semarang Berkomitmen dorong UMKM ramah lingkungan
Pemkot Semarang Berkomitmen Dorong UMKM Ramah Lingkungan
Semarang, 02 Oktober 2023 – Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program dan dukungan untuk UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu contoh nyata komitmen tersebut terlihat dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, salah satu kuliner khas Kota Semarang, dengan aktivitas industri rumah tangga skala kecil yang menghasilkan limbah cair.
“Pembangunan IPAL di Kampung Mangut adalah salah satu upaya konkret Pemkot Semarang dalam mendukung UMKM, sekaligus dalam konteks menjaga dan memulihkan lingkungan,” ungkap Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu.
Menurutnya, UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian Kota Semarang. Untuk itu, Pemkota terus berupaya memberikan dukungan bagi UMKM agar dapat berdaya saing dan berkembang. “Selain bantuan modal dan pelatihan, Pemkot juga mendorong UMKM untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan agar dapat bertahan dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Kehadiran IPAL di Kampung Mangut diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif limbah cair dari kegiatan produksi mangut. Selain itu, IPAL juga diharapkan dapat menjadi model bagi UMKM lain yang membutuhkan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
“IPAL di Kampung Mangut ini dilengkapi dengan berbagai teknologi pengolahan yang modern dan ramah lingkungan. Setelah diolah, air limbah bisa dapat digunakan kembali untuk keperluan non-potable seperti irigasi,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.
Salah seorang pelaku UMKM di Kampung Mangut, Buzkiana, menyambut baik pembangunan IPAL di lingkungannya. Menurutnya, limbah cair dari produksi mangut selama ini menjadi permasalahan tersendiri bagi UMKM dan lingkungan sekitar.
“以前,我们经常面临着来自废水处理的难题。现在有了IPAL,我们能安心生产,水污染问题也能得到改善,” ujar Buzkiana, penjual mangut yang telah berjualan selama 15 tahun.
TPU Indah Puri yang ditunjuk sebagai pengelola IPAL di Kampung Mangut memberikan edukasi kepada masyarakat dan UMKM mengenai pentingnya pengelolaan limbah. Mereka juga memberikan pelatihan sederhana cara membedakan jenis limbah cair dan membuangnya ke saluran yang tepat.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal bagi penyedia dan pengguna IPAL di Kampung Mangut. Kami juga terus melakukan monitoring dan kontrol untuk memastikan kualitas pengelolaan limbah tetap terjaga,” tegas Andi Darmawan, perwakilan TPU Indah Puri.
Pemerintah Kota Semarang konsisten bahwa pertumbuhan ekonomi layak dicatat dengan memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan IPAL di Kampung Mangut adalah bukti nyata komitmen tersebut, menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dan kelestarian lingkungan bisa dijalankan secara berkelanjutan.