Pakar: Kurikulum Sekolah Rakyat idealnya berbasis keterampilan hidup
Pakar: Kurikulum Sekolah Rakyat Idealnya Berbasis Keterampilan Hidup
Banjarmasin, 15 Agustus 2023 – Prof. Ahmad Suriansyah MPd, PhD, pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mendorong agar kurikulum pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) lebih relevan dengan kebutuhan lokal dan berbasis pengembangan keterampilan hidup.
Menurut Prof. Suriansyah, kurikulum SR sebagai lembaga pendidikan pertama bagi seluruh anak Indonesia, harus mampu menumbuhkan fondasi yang solid bagi perkembangan potensi individu. Namun, hal ini tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu pengetahuan formal, melainkan juga pengembangan keterampilan praktis dan utamanya, keterampilan hidup yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kurikulum SR harus dirancang untuk melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional, sosial, dan memiliki kemandirian dalam beradaptasi dengan lingkungan,” jelas Prof. Suriansyah dalam keterangannya di Banjarmasin.
Prof. Suriansyah menekankan betapa pentingnya pendidikan keterampilan hidup di sekolah. Ia menjelaskan bahwa keterampilan hidup mencakup beragam aspek, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama, problem solving, berpikir kritis, pengambilan keputusan, manajemen keuangan, kesehatan dan keselamatan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai moral dan etika.
“Keterampilan hidup ini sangat penting karena tidak hanya akan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja di masa depan, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari mereka,” tambahnya.
Para ahli pendidikan sepakat bahwa kurikulum yang berorientasi pada keterampilan hidup dapat mendorong munculnya generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global. Di era digital yang semakin pesat berkembang, kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah menjadi kunci kesuksesan.
Relevansi Lokal dan Pengembangan Karakter
Selain berbasis keterampilan hidup, Prof. Suriansyah juga menekankan pentingnya relevansi lokal dalam kurikulum SR.
“Kurikulum yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal akan memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami dan internalisasi nilai-nilai serta budaya setempat. Hal ini penting untuk membangun identitas nasional yang kuat dan menjadikan pendidikan sebagai alat untuk mendorong pembangunan daerah,” ucap Prof. Suriansyah.
Terkait dengan pembangunan karakter, Prof. Suriansyah mendorong agar pendidikan di SR tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter positif yang jujur, disiplin, pantang menyerah, ramah, dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
“Pembentukan karakter ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran berbasis proyek, dan budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika,” ujarnya.
Prof. Suriansyah juga berharap agar pemerintah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan kurikulum SR yang relevan dan berorientasi pada keterampilan hidup, serta memastikan bahwa para pendidik memiliki pelatihan dan sumber daya yang memadai untuk menerapkannya secara efektif di dalam kelas.
Kesimpulan
Kurikulum SR yang ideal mesti dirancang untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga terampil dalam menghadapi tantangan dunia. Kurikulum berbasis keterampilan hidup, relevan dengan kebutuhan lokal, dan fokus pada pembangunan karakter akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan individu dan bangsa di masa depan.