JogjaJateng .com

Prabowo sebut tahun akan ini dimulai 34 proyek “waste to energy”

January 12, 2026 • Jogja jateng
Prabowo sebut tahun akan ini dimulai 34 proyek "waste to energy"

Prabowo Sebut 34 Proyek “Waste to Energy” Akan Dimulai Tahun Ini

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Jokowi, Senin (27/03/2023), menargetkan 34 proyek “waste to energy” (WTE) atau perubahan sampah menjadi energi akan dimulai pada tahun ini. Hal ini diungkap Presiden Jokowi dalam pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, saat menyampaikan beberapa kebijakan baru, termasuk terkait pengelolaan sampah.

“Tahun ini, kita akan memulai 34 proyek ‘waste to energy’. Ini merupakan langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan sampah sekaligus memanfaatkan potensi energinya,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, implementasi proyek WTE ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebagai solusi untuk menekan masalah pencemaran lingkungan. Selain itu, energi yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan listrik dan pembangkit listrik menjadi solusi untuk diversifikasi energi di Indonesia.

“Kita ingin mengurangi sampah yang masuk ke TPA dan mengubahnya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan kita sendiri,” jelasnya.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa proyek WTE ini merupakan bentuk komitmen kuat Indonesia untuk menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa proyek ini dicanangkan sebagai bagian dari upaya nasional untuk mencapai target pembangkit energi bersih dan terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Walaupun Presiden Jokowi tidak merinci lokasi dan detail masing-masing proyek WTE, namun ia menyebutkan bahwa proyek ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Kehadiran Proyek “Waste to Energy” ini disambut baik oleh berbagai pihak, mengingat isu sampah di Indonesia terus menjadi perhatian dan tantangan serius. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan sekitar 67 juta ton sampah per tahun. Penumpukan sampah ini terjadi terutama karena kurangnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.

Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi bukanlah hal baru. Negara-negara maju di dunia sudah lama mengaplikasikan teknologi WTE untuk mengatasi permasalahan sampah dan memenuhi kebutuhan energi. Salah satu contohnya adalah Denmark, yang telah mengembangkan teknologi WTE yang canggih dan berhasil memanfaatkan sekitar 50 persen sampahnya untuk pembangkit listrik.

Dengan mengusung ide “Waste to Energy,” Indonesia diprediksi akan mengalami perubahan di sektor pengelolaan sampah dan energi dalam beberapa tahun ke depan. Selain mengurangi beban TPA dan pencemaran lingkungan, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang energi terbarukan.

Namun, ada pula beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaannya, seperti pendanaan, pengetahuan teknologi, dan resistensi masyarakat terhadap teknologi pembakaran sampah. Pemerintah perlu memastikan bahwa seluruh aspek terkait proyek WTE, mulai dari pembangunan hingga operasional, dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel, serta memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us