113 korban dugaan keracunan MBG di Grobogan dirujuk ke fasyankes untuk penanganan medis
113 Korban Dugaan Keracunan MBG di Grobogan Dirusukan ke Fasyankes
GROBOGAN, Jawa Tengah – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mendata sebanyak 113 orang dari total 658 orang yang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirujuk ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan, Djatmiko, menyampaikan informasi tersebut di Grobogan, Senin. “Rerata pasien yang dirujuk mengalami gejala muntah, diare, dan perut tidak enak. Mereka kini mendapat perwatan di beberapa fasyankes,” ungkapnya.
Rutekan rujukan ke fasilitas kesehatan tersebut ia sampaikan berdasarkan kondisi pasien dan spesifikasi layanan yang dibutuhkan. “Rujukan terbanyak dilakukan ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo sebanyak 47 orang, kemudian ke RSUD R Soedjati Purwodadi 29 orang, dan sisanya tersebar di Puskesmas serta Praktek Dokter Perorangan di wilayah Grobogan,” jelas Djatmiko.
Ia melanjutkan, penyebab pasti dugaan keracunan ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Tim Satuan Tugas Gabungan (Satgas) yang telah dibentuk.
“Sejauh ini, sampel makanan yang diduga mengandung bahan beracun telah diambil dari dapur tempat penyimpanan dan dimasukkan ke laboratorium untuk dianalisis. Kami berharap hasil pemeriksaan dapat segera keluar agar dapat mengidentifikasi penyebab pasti kejadian ini,” tandasnya.
Djatmiko memastikan Dinkes telah berupaya maksimal untuk penanganan terhadap para korban. Tim medis dan kesehatan telah disiagakan untuk memastikan kenyamanan dan kesejahteraan para korban selama menjalani perawatan.
“Selain itu, kami juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban yang menjalani perawatan di rumah dan memberikan pendampingan medis sesuai kebutuhan,” sebutnya.
Dinkes Grobogan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menanti hasil penyelidikan. Dinkes berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru terkait penanganan dugaan keracunan ini.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaks yang belum tentu kebenarannya. Tetaplah tenang dan berkonsumsi informasi dari sumber resmi,” pungkas Djatmiko.
Kejadian dugaan keracunan ini menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat. Dukungan intensif dan penanganan cepat dari tim medis dan pemerintah dibutuhkan untuk memastikan kesejahteraan para korban dan mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari.