JogjaJateng .com

Kemenkes hapus fitur edit data kesehatan jemaah haji cegah manipulasi

January 13, 2026 • Jogja jateng
Kemenkes hapus fitur edit data kesehatan jemaah haji cegah manipulasi

Kemenkes Hapus Fitur Edit Data Kesehatan Jemaah Haji Cegah Manipulasi

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah tegas untuk mencegah terjadinya manipulasi data kesehatan jemaah haji di musim haji 2023 ini.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menghapus fitur “edit” pada aplikasi input data kesehatan yang digunakan oleh petugas di daerah. Fitur ini dirasa berpotensi rentan terhadap tindakan manipulasi dan dapat mempengaruhi kesiapan health check-up jemaah haji dalam menjalani ibadah di Tanah suci.

“Tahun ini kita tidak menggunakan fitur edit lagi,” ungkap Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. t. Ferdiyan dalam konferensi pers, Selasa (25/7).

Langkah ini, menurut dr. Ferdiyan, diambil untuk memastikan keakuratan data yang diterima oleh pihaknya. Data yang akurat menjadi krusial dalam merencanakan layanan kesehatan yang memadai bagi jemaah haji selama perjalanan dan ibadah.

“Data kesehatan yang sempit dan akurat sangat penting untuk kita dapat memberikan layanan kesehatan yang tepat sasaran bagi jemaah haji,” ujarnya.

Aplikasi tersebut digunakan oleh petugas kesehatan di daerah untuk menginputkan data kesehatan jemaah haji saat melakukan tahapan kesehatan di fase pra-keberangkatan. Dengan menghilangkan fitur edit, Kemenkes berharap dapat mencegah adanya penambahan atau penggantian informasi yang tidak sesuai fakta.

Ke際には ini mendapat respon positif dari beberapa pihak. “Menghapus fitur edit merupakan langkah yang tepat, karena bisa memangkas celah bagi orang yang mungkin punya niat tidak baik untuk memanipulasi data,” ujar Erwin, seorang jurnalis yang meliput isu kesehatan haji, dalam diskusi terpisah.

Selain menghapus fitur edit, Kemenkes juga mempersiapkan beberapa langkah lain untuk memastikan kelancaran layanan kesehatan bagi jemaah haji. Dukungan tim medis independen turut disiapkan di setiap pos kesehatan dan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai titik lokasi embarkasi.

“Kami juga melakukan simulasi dan latihan bersama tim medis dan pemandu haji di daerah secara berkala untuk memastikan kesiapan mereka dalam menangani berbagai kondisi medis jemaah haji,” jelas dr. Ferdiyan.

Di masa mendatang, Kemenkes berencana untuk meningkatkan sistem pengawasan dan audit data kesehatan jemaah haji.

Dengan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan, Kemenkes berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us