Serapan konsumsi ikan nasional tembus 7,34 Juta Ton
Serapan Konsumsi Ikan Nasional Tembus 7,34 Juta Ton
Solo, 13 Januari 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat capaian konsumsi ikan masyarakat secara nasional pada tahun 2025 mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun dengan total serapan konsumsi ikan mencapai 7,34 juta ton. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian positif ini menjadi indikasi positif terhadap minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan, yang diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. KKP melihat tren peningkatan konsumsi ikan ini perlu terus didorong melalui berbagai upaya.
“Selamat kepada seluruh suku bangsa Indonesia atas capaian positif ini. Kami di KKP akan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan ikan dan produk hasil perikanan secara aman, sehat, dan terjangkau untuk seluruh masyarakat,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Pendorong Peningkatan Konsumsi Ikan
Tidak hanya fokus pada peningkatan serapan, KKP juga mencatat berbagai faktor yang mendorong kenaikan konsumsi ikan di Indonesia. Salah satunya adalah upaya edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan bersamaan dengan program-program Dinas Kesehatan.
“Kami juga melihat peningkatan akses terhadap ikan di wilayah pedesaan melalui pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan nelayan,” tambah Sakti.
Hal ini menjadi bukti bahwa strategi KKP dalam meningkatkan konsumsi ikan mulai menunjukkan hasil yang positif. Selain program internal, KKP juga aktif berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti ashoka Indonesia, LSM lingkungan, dan organisasi masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya konsumsi ikan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang lestari.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun terjadi peningkatan konsumsi, KKP mengakui masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan ikan masyarakat Indonesia.
Salah satunya adalah menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Overfishing atau eksploitasi ikan secara berlebihan merupakan ancaman serius terhadap stok ikan di lautan. KKP berkomitmen untuk memperkuat penegakan hukum dan peraturan perikanan guna mencegah praktik ilegal tersebut.
“Kami terus berupaya untuk mengembangkan metode penangkapan dan budidaya ikan yang ramah lingkungan,” ujar Sakti.
Tantangan lain yang dihadapi adalah peningkatan harga ikan. Fluktuasi harga bahan bakar dan biaya logistik dapat mempengaruhi harga jual ikan di pasar. KKP bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi koperasi nelayan untuk memastikan harga ikan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ke depan, KKP akan terus berupaya untuk
- Mendorong peningkatan konsumsi ikan secara berkelanjutan.
- Melestarikan sumber daya ikan untuk generasi mendatang.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk perikanan.
- Meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan.
- Memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Capaian serapan konsumsi ikan di tahun 2025 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Indonesia. Teruslah tingkatkan kesadaran untuk mengonsumsi ikan, karena selain lezat, manfaatnya bagi kesehatan tak terbantahkan.