Bisnis bangkai pesawat di Sukoharjo, laku untuk properti kafe dan edukasi
Bisnis Bangkai Pesawat di Sukoharjo, Laku untuk Properti Kafe dan Edukasi
Sukoharjo (13/01/2026) – Di Jogjajateng.com hamparan sawah dan perkebunan, sebuah bisnis unik justru mewarnai Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebuah lahan tak lama lagi akan dimekarkan menjadi lebih lengkap dengan kehadiran bangkai pesawat yang dijajakan untuk berbagai keperluan.
Berdiri di lahan seluas dua hektar, beragam komponen pesawat menanti pembeli baru. Mulai dari kokpit Boeing 737 yang megah hingga sayap Garuda Indonesia yang berdinamika, semuanya tersedia untuk dicicipi.
Dedy, pemilik bisnis ini, menjelaskan bahwa ide awalnya terinspirasi dari maraknya bisnis kafe dan restoran bertema aviasi. “Saya melihat banyak orang menyukai tema pesawat. Ternyata banyak juga yang tertarik untuk membeli bagian-bagian pesawat,” ungkapnya.
Dedy mengatakan, ia mendapatkan bangkai pesawat dari berbagai sumber, baik dari maskapai penerbangan lokal maupun internasional. “Kami memastikan keamanannya, dan proses pengolahannya juga kita lakukan secara rapi dan terstandar,” tambahnya.
Permintaan pasar di Indonesia ternyata cukup tinggi. Bangkai pesawat ini banyak diminati oleh pengusaha yang ingin membangun properti unik, seperti kafe dan restoran bertema pesawat. Restoran dengan atap kokpit pesawat, kafe dengan dinding sayap pesawat, bahkan bar dengan kursi bekas kelas bisnis pesawat tinggal jadi buah bibir.
Selain untuk properti, bangkai pesawat juga menarik minat pendidikan. Dedy menjelaskan bahwa institusi penerbangan dan sekolah penerbangan seringkali membutuhkan komponen pesawat untuk keperluan pelatihan simulasi dan edukatif.
“Anak-anak juga tertarik, bisa melihat langsung bagaimana pesawat diciptakan. Ini bisa jadi daya tarik wisata edukasi,” ujar Dedy.
Lahan tersebut juga direncanakan untuk dikembangkan menjadi tempat wisata edukatif. Dedy mengungkapkan, pengunjung akan diajak untuk melihat langsung proses pembuatan pesawat, mengenal berbagai komponen pesawat, dan menemukan wahana menarik seputar tema penerbangan.
Keberadaan bisnis ini dianggap mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Dedy mengatakan, ia mempekerjakan lebih dari 100 orang untuk perawatan lahan, pengoperasian website, dan pengiriman barang.
“Kami juga memberikan pelatihan untuk warga agar mahir dalam bidang modifikasi dan restorasi pesawat,” tambahnya.
Dengan bisnis ini, Dedy berharap masyarakat akan lebih mengenal dunia penerbangan, khususnya di Sukoharjo. Ia juga optimis, bisnis ini akan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal dan kemajuan teknologi di bidang industri penerbangan.