Kementerian Desa dan PDT gali potensi desa untuk industri Esport
Kementerian Desa dan PDT Gali Potensi Desa untuk Industri Esport
Boyolali, Jawa Tengah – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI berkomitmen untuk menggali potensi desa dalam mengembangkan industri Esport di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan dengan menyelenggarakan turnamen Esports pada peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (24/10). Turnamen ini yang diikuti oleh beberapa desa di Jawa Tengah, menunjukkan langkah nyata Kementerian Desa dan PDT untuk menjaring minat dan bakat generasi muda di pedesaan bidang Esport.
Menteri Desa dan PDT RI, Yandri Susanto, yang turut menyaksikan final turnamen tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam memaksimalkan potensi desa. “Pelaksanaan turnamen ini untuk memastikan anak-anak di desa mampu mengembangkan potensi diri mereka di bidang esports,” jelas Yandri.
Turnamen ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan talenta esports unggul dari kalangan pemuda desa, tapi juga bertujuan untuk membangun infrastruktur dan ekosistem esports di wilayah pedesaan. Menurut Yandri, potensi desa dalam bidang esports masih belum tergarap maksimal. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi katalis untuk mendorong pertumbuhan industri esports di desa.
Muhammad Hatta, anggota Komisi VII DPR RI, menyambut baik gebrakan Kementerian Desa dan PDT dalam mengembangkan esport di desa. “Saya apresiasi langkah ini karena dapat memberikan wadah bagi anak muda di pedesaan untuk menyalurkan potensi diri mereka tanpa harus berada di kota besar,” ucapnya.
Hatta menambahkan, perkembangan industri esports di desa juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Eksistensi tim esports mulai dari daerah adalah peluang bisnis yang perlu digali. mulai dari pelatihan, sponsor, hingga penjualan merchandise. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat desa, terutama generasi milenial,” ujar Hatta.
Turnamen esports pada HDN 2026 ini menghadirkan berbagai game populer seperti Mobile Legends, Valorant, dan Free Fire. Peserta berasal dari berbagai desa di wilayah Jawa Tengah dan berlomba untuk memperebutkan hadiah berupa uang tunai dan barang-barang elektronik. Acara ini disiarkan langsung di media sosial dan menarik perhatian jutaan viewers di seluruh Indonesia.
Dengan semakin banyaknya komunitas esports di desa dan dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Desa dan PDT, diharapkan industri esports di Indonesia akan semakin maju dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Kementerian Desa dan PDT berharap, turnamen esports pada HDN 2026 ini dapat menginspirasi para pemuda di seluruh desa untuk mengembangkan bakat menembus peluang dalam industri esports. Mereka berharap, dukungan dan pengembangan ekosistem esports di desa akan semakin meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pelosok negeri.