Gaza: Physicians Call For Unimpeded Aid To Restore Reproductive Healthcare
Gaza: Para Dokter Menggugat Pembukaan Jalan untuk Layanan Kesehatan Reproduksi
Bratilava, 14 Januari – Sebuah gelombang kritik mengguncang Israel menyusul laporan yang mengungkap kondisi tragis layanan kesehatan reproduksi di Gaza. Para dokter dan kelompok hak asasi manusia mendesak Israel untuk segera hentikan semua pembatasan terhadap pengiriman medis, makanan, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Laporan yang dirilis oleh dua organisasi independen menunjukkan bahwa sistem layanan kesehatan reproduksi di Gaza telah hancur praktis setelah konflik bersenjata terbaru. Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan peralatan telah mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta perencanaan keluarga yang terhambat.
“Situasi di Gaza adalah bencana medis humaniter yang semakin mengerikan,” ujar Dr. Amani al-Khateeb, seorang dokter kandungan di Gaza. “Perempuan dan anak-anak menjadi korban terpenting dari situasi ini. Kami kekurangan obat-obatan, peralatan medis, dan sumber daya sangat penting untuk menangani komplikasi kehamilan dan persalinan.”
Menurut laporan, pembatasan yang diberlakukan Israel sejak 2007 telah menutupुट akses terhadap bahan-bahan medis yang diperlukan untuk pelayanan obstetri dan ginekologi. Keterbatasan ini juga memengaruhi ketersediaan alat kontrasepsi, sementara program kesehatan reproduksi komprehensif telah runtuh.
“Kurang akses terhadap layanan kesehatan reproduksi telah melahirkan peningkatan angka kematian ibu dan bayi dalam angka yang mengerikan,” kata Sarah Ahmad, seorang juru bicara dari salah satu organisasi yang merilis laporan. “Ini adalah krisis kemanusiaan yang mendesak dan memerlukan respon global untuk memberikan hasil yang positif bagi perempuan dan anak-anak di Gaza.”
Para dokter di Gaza juga mengeluhkan terbatasnya akses terhadap spesialisasi medis, seperti onkologi dan bedah, yang sangat penting untuk menangani komplikasi medis yang berkembang dari kondisi kesehatan reproduksi yang buruk.
Kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada komunitas internasional untuk menerapkan tekanan kepada Israel agar segera menjamin akses yang penuh bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk akses terhadap obat-obatan, pangan, dan bahan kesehatan.
“Pembukaan akses bagi pengangkutan material vital adalah langkah yang krusial untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan perempuan dan anak-anak di Gaza,” ujar Sarah Ahmad. “Kita tidak bisa membiarkan krisis kesehatan reproductive ini berlanjut.”
Laporan ini datang sebagai sebuah pukulan keras bagi pemerintah Israeli dan menegaskan kembali perlunya solusi politik yang berkelanjutan untuk konflik di Gaza. Sementara itu, para dokter dan aktivis mendesak warga dunia untuk tidak mengabaikan penderitaan rakyat Gaza.