The UN is ‘worth fighting for’: General Assembly President
PBB 'Berharga untuk Dioperasikan': Presiden Majelis Umum
New York – Dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang digelar kembali, Presiden Majelis Umum, Csaba Kőrösi, menekankan perlunya negara-negara anggota untuk memperjuangkan PBB ketika sistem multilateral menghadapi tekanan dan serangan. Ia membuka sesi dengan mengemukakan prioritasnya untuk periode kepresidenan yang akan datang.
Kőrösi menegaskan bahwa PBB adalah alat ampuh untuk mencapai perdamaian global dan kesejahteraan. “PBB adalah organisasi yang berharga untuk dioperasikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dunia perlu lebih dari sekadar ucapan belaka, melainkan solidaritas dan tindakan nyata untuk menjaga kepentingan bersama dan menghadapi tantangan global.
“Kita tidak boleh kehilangan tujuan: perdamaian, keadilan, dan pembangunan untuk semua,” lanjutnya.
Presiden Majelis Umum mengemukakan tiga prioritas utama dalam skenario global yang semakin kompleks, yaitu:
Pertama, memperkuat PBB dalam menghadapi krisis global. Kőrösi menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk mengatasi tantangan seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan konflik. Ia menyerukan dukungan bagi sistem PBB yang dirancang untuk menangani masalah global secara kolektif.
Kedua, mengutamakan dialog dan diplomasi. Dalam era geopolitik yang semakin rumit, Kőrösi menekankan bahwa solusi damai untuk setiap konflik harus menjadi prioritas. Ia mengajak seluruh anggota untuk mendukung diplomasi aktif dan dialog konstruktif untuk mengatasi perbedaan pendapat melalui mekanisme yang sesuai dengan hukum internasional.
Ketiga, memperkuat kepercayaan dan partisipasi masyarakat sipil. Kőrösi percaya bahwa PBB perlu lebih transparan dan akuntabel kepada masyarakat yang dilayani. Ia menyerukan peningkatan keterlibatan masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan dan pemenuhan tujuan PBB.
Presiden Majelis Umum percaya bahwa PBB adalah pilar penting dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan global. Ia mengajak seluruh negara anggota untuk bekerja sama dan memperkuat organisasi ini dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kita harus terus memperjuangkan PBB, karena organisasi ini adalah rumah bagi harapan kita semua,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sesi ke-80 Majelis Umum PBB dibuka di tengah berbagai tantangan global. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para pemimpin dunia untuk mengupayakan peningkatan kolaborasi dan memperkuat sistem multilateral dalam mencapai perdamaian dan kemakmuran bagi semua.