Kementan ajukan tambahan Rp5,1 triliun pulihkan pertanian Sumatera
Kementan Ajukan Tambahan Rp5,1 Triliun Pulihkan Pertanian Sumatera
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Sumatera. Untuk itu, Kementan telah menyiapkan alokasi anggaran Rp1,49 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Selain itu, Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun untuk mendukung upaya pemulihan tersebut.
Alokasi anggaran ini ditujukan untuk tiga provinsi di Sumatera, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Sumatera merupakan kawasan strategis mengingat kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan ketahanan pangan. Namun, beberapa faktor seperti bencana alam dan perubahan iklim telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di wilayah ini.
Menyoroti pentingnya pemulihan pertanian di Sumatera, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (S.Y.L) mengatakan, “Sumatera memiliki potensi besar untuk peningkatan produksi pertanian. Kondisi ini harus kita manfaatkan dengan optimal. Dengan tambahan anggaran ini, kita harap sektor pertanian di Sumatera dapat bangkit lebih cepat dan berkualitas.”
Prioritas Rehabilitasi dan Peningkatan Infrastruktur
Rincian dana yang diajukan akan di alokasikan untuk sejumlah program prioritas, salah satunya adalah rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam. Selain itu, pengembangan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalur distribusi, dan pascapanen juga menjadi fokus utama.
“Rehabilitasi lahan dan peningkatan infrastruktur adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan dan produktivitas pertanian di Sumatera,” ujar Dirjen Ketahanan Pangan, Kementan, Muhammad Anta Ginting. Ia menambahkan, infrastruktur pertanian yang memadai akan membantu petani dalam mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan kualitas hasil panen, dan memperlancar akses pasar.
Diversifikasi Komoditas dan Pemberdayaan Petani
Tidak hanya fokus pada masalah infrastruktur, Kementan juga akan mendorong diversifikasi komoditas pertanian di Sumatera.
“Kita akan mendampingi petani dalam mengembangkan komoditas unggulan yang bernilai tambah tinggi,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Aris.
Pemberdayaan petani juga menjadi fokus utama. Program pelatihan, penyuluhan, dan akses pembiayaan akan diberikan kepada para petani guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam mengelola lahan dan memproduksi hasil pertanian yang berdaya saing.
Kementan berharap dengan dukungan anggaran yang memadai, upaya pemulihan dan pengembangan pertanian di Sumatera dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian regional dan nasional.