Bupati: Pengungsi akibat banjir di Kudus terus bertambah
Bupati: Pengungsi Akibat Banjir di Kudus Terus Bertambah
KUDUS, Jawa Tengah – Jumlah pengungsi akibat bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah. Hal ini terjadi setelah warga Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, sebagian besar dievakuasi karena ketinggian genangan banjir yang semakin meningkat.
Ketinggian genangan banjir di Desa Jetis Kapuan pada Kamis (14/1) mencapai 40-50 sentimeter. Bupati Kudus, Sam’ani Intakori, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memaksa warga untuk meninggalkan rumah-rumah mereka dan mencari tempat tinggal sementara.
“Ketinggian genangan banjir di Desa Jetis Kapuan hari ini (14/1) berkisar Jogjajateng.com 40-50 sentimeter, sehingga warga akhirnya dievakuasi ke tempat pengungsian,” ujar Bupati Kudus, Sam’ani Intakori, ditemui di sela-sela meninjau tempat pengungsian warga Desa Jetis Kapuan di Balai Desa setempat.
Ia menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Kudus, TNI, Polri, dan relawan. Warga yang dievakuasi ditempatkan di lima titik pengungsian, Jogjajateng.com lain Balai Desa Jetis Kapuan, Masjid Al-Falah Kapuan, Balai Desa Kaliori, dan Balai Desa Sidorejo.
Bupati Intakori menuturkan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi saat ini adalah tempat tinggal yang layak, makanan, air bersih, dan obat-obatan. Pihak pemerintah daerah, lanjut Bupati, telah berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan para pengungsi mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Tim kesehatan juga kami turunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia,” ungkapnya.
Meskipun situasi sulit, Bupati Intakori mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk tetap tenang dan bersabar. Ia memastikan bahwa Pemkab Kudus terus berupaya maksimal untuk menangani dampak banjir dan membantu para korban.
Partial waves of evacuation and temporary shelters
Bupati Intakori juga menjelaskan bahwa pembukaan beberapa pintu air di wilayah hulu, untuk mengimbangi debit air di Sungai Bengawan Solo, telah dilakukan untuk upaya pembuangan air dari wilayah terdampak banjir.
“Pintu air dibuka secara terukur dan terpantau agar debit air sungai dapat terkendali dan dampak banjir dapat diminimalisir. Kami juga terus memantau ketinggian air dan perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap situasi banjir dan menghindari aktivitas di daerah rawan.
Reaching out to the affected communities
Pihak pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial Republik Indonesia dan beberapa organisasi kemanusiaan, untuk mencari solusi jangka panjang dalam menangani bencana banjir di Kabupaten Kudus.
Bupati Intakori berharap, genangan banjir di Kabupaten Kudus dapat segera surut dan masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal mereka.