Iran: UN urges ‘maximum restraint’ to avert more death, wider escalation
Iran: PBB Mengingatkan untuk Lakukan Pengendalian Diri untuk Mencegah Kebrutalan dan Eskalasi Lebih Luas
Jakarta, 15 Januari 2026 – Upaya demonstrasi membantah pemerintahan Iran yang telah berlangsung hampir tiga minggu berakhir dengan gelombang kekerasan dan perbontengan mulai mereda. Di tengah situasi yang tegang, seorang pejabat senior PBB menyerukan tindakan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengoontrol situasi.
Prospek kemerdekaan bagi wanita dan kekecewaan terhadap kebijakan ekonomi yang keras telah menjadi pemicu utama demonstrasi yang meletus di seluruh Iran pasca kematian Mahsa Amini di bawah tahanan polisi pada September lalu. Amini, seorang perempuan muda, meninggal dunia setelah ditahan oleh polisi moral karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian. Keputusannya ini memicu kemarahan publik, yang direspon dengan pengusiran dan penangkapan para demonstran oleh aparat keamanan.
LJogjajateng.comn protes meluas dan mereda dengan gelombang kekerasan, badan kesehatan dunia Human Rights Watch mengeluarkan laporan yang mengidentifikasi puluhan orang tewas dalam demonstrasi tersebut. Intervensi militer terhadap para demonstran semakin memicu ketakutan akan eskalasi konflik.
Sebagai tanggapan atas situasi yang semakin panas, Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik dan keamanan, menyerukan semua pihak untuk “menjaga ketertiban dan ketenangan”. Ia memperingatkan bahwa kekerasan akan berujung pada lebih banyak kematian dan kerugian bagi seluruh masyarakat Iran.
“Kami sangat prihatin atas laporan kekerasan yang terus berlanjut terhadap demonstran dan pejuang hak asasi manusia di Iran,” kata DiCarlo dalam pernyataan resmi PBB. “Kami mendesak pihak berwenang Iran untuk menghentikan penangkapan sewenang-wenang, pelecehan, dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil, serta untuk memenuhi tuntutan untuk reformasi dan kebebasan,” sambungnya.
Pihak PBB juga menekankan pentingnya dialog dan solusi damai untuk mengatasi masalah yang mendasari demonstrasi ini. DiCarlo menyerukan Iran untuk memulai dialog terbuka dengan masyarakat dan menghormati hak-hak dasar manusia, termasuk hak kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.
KTT ASEAN juga menyatakan keprihatinannya atas situasi di Iran dan menyerukan perdamaian.
Situasi di Iran tetap memanas, dan dunia memantau perkembangannya dengan seksama. Dukungan dari PBB dan komunitas internasional untuk mencari solusi damai dan menghentikan kekerasan menjadi krusial untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menyelamatkan nyawa warga sipil.